Abstract :
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KADAR
VITAMIN A ,DAN VITAMIN C, SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam)
Ana Tri Setyowatik
NPM. 0633010042
INTISARI
Kelor ( Moringa oleifera Lam) merupakan famili Moringaceae yang tumbuh
di daerah tropis, tanaman kelor memiliki tinggi sekitar 7 shingga 12 m, daunnya
majemuk, dan membundar kecil-kecil. Kelor memiliki kandungan vitamin C ( 220
mg), ?-karoten 6,78 mg sehingga tanaman kelor ini dapat dikonsumsi sebagai sayuran
dan dijadikan tanaman obat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu
pengeringan terhadap kualitas tepung daun kelor.Metode penelitian ini disusun secara
faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan.faktor
pertama adalah suhu pengeringan ( 50oC, 60oC, 70oC) dan faktor kedua adalah lama
pengeringan (4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan parameter yang diamati adalah kadar air,
rendemen,vitamin C, ?-karoten,Aktivitas antioksidan, protein, kalsium, klorofil,fenol
dan uji organoleptik pada tepung daun kelor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada
perlakuan suhu pengeringan 60 oC, dan lama pengeringan 5 jam yang menghasilkan
kadar air 11,029 %, rendemen 25,394%,vitamin C 15,025mg/g, ?-karoten47,110,
fenol 6.945,121 ppm, protein 20,502%,aktivitas antioksidan 28,373, kalsium
409,044(mg/g),klorofil 0,526 (mg/g), uji organoleptik warna 4,67, uji organoleptik
aroma 4,54.
Hasil analisa finansial pada perlakuan terbaik menunjukan nilai BEP sebesar
22,38% dari total produksi, NVP sebesar Rp. 68.924.423 dan payback period 3,3
tahun dengan Benefit Cost Ratio sebesar 1,0408 dan IRR 23,144%( dengan tingkat
suhu bungga 20%).