Abstract :
ABSTRAK
Kemudahan distribusi media digital, khususnya melalui internet ternyata
memberikan dampak negatif bagi usaha-usaha perlindungan hak cipta atas media
digital. Watermarking digital sebagai salah satu solusi yang bisa digunakan untuk
mengatasi masalah ini, dihadapkan pada permasalahan ketahanan terhadap distorsi
yang mungkin terjadi selama proses distribusi.
Ada beberapa teknik watermarking digital, baik itu yang bekerja pada
domain spasialnya maupun yang beroperasi pada domain frekuensinya. Teknikteknik
watermarking pada domain frekuensi ternyata cukup baik dalam mengatasi
permasalahan ketahanan terhadap distorsi. DFT (Discrete Fourier Transform)
sebagai salah satu jenis transformasi yang dapat digunakan dalam dunia
pengolahan citra digital.
Prosedur yang harus dilakukan dalam menyisipkan watermark adalah
memilih gambar cover dan gambar watermark (pesan). Dan kemudian dilakukan
proses penyisipan, kemudian menyimpan gambar hasil penyisipan dalam bentuk
file berextentensi bmp. Proses selanjutnya adalah melakukan proses ekstraksi
watermark yang dilakukan dengan cara memilih gambar ter-watermark dan
memilih watermark yang telah disisipkan. DFT digunakan dalam kedua proses
penyisipan serta proses ekstraksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dapat diperoleh nilai rata-rata
perhitungan PNSR untuk menghitung perbedaan gambar asli dan gambar terwatermark
sebesar 35,685 dB. Pada proses ekstraksi watermark, gambar
watermark yang terbaca mengalami sedikit perubahan dari gambar watermark
yang telah disisipkan sebelumnya serta diperoleh nilai korelasi (NC) untuk
mengukur perbedaan nilai pesan awal dengan pesan terbaca, dan didapatkan nilai
rata-rata NC sebesar 0,98926 %.
Kata kunci : citra digital, watermarking, DFT.