Abstract :
Persaingan yang semakin ketat di dunia bisnis,menuntut setiap manajemen
perusahaan untuk dapat membuat inovasi ? inovasi atau strategi ? strategi yang baru
agar perusahaan tetap bisa bertahan dalam kondisi tersebut. Dalam setiap aktivitasnya
tersebut perusahaan membutuhkan dana, yang salah satunya bisa diperoleh dari
masyarakat luas yaitu dengan melakukan penjualan saham perusahaannya. Dalam hal
ini tingkat likuiditas saham perusahaan sangatlah penting. Likuiditas saham
merupakan ukuran mudah atau tidaknya suatu saham tersebut diperdagangkan.
Semakin mudah saham tersebut diperdagangkan maka semakin mudah perusahaan
memperoleh dana untuk kegiatan usahanya. Begitu banyak manfaat yang diperoleh
perusahaan apabila saham perusahaan tersebut likuid. Dalam mengambil keputusan
untuk menanamkan dananya pada sebuah perusahaan, investor biasanya melakukan
analisis fundamental dan analisis teknikal. Dalam hal ini, peneliti menguji dan
membuktikan beberapa pengaruh fundamental perusahaan seperti arus kas operasi
dan laba bersih terhadap likuiditas saham pada perusahaan wholesale and retail trade
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Populasi penelitian ini adalah 7 perusahaan wholesale and retail trade yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari teknik pengambilan sampel dengan
menggunakan metode purposive sampling di dapat sampel sebanyak 35 data aarus
kas operasi, laba bersih dan likuiditas perusahaan tersebut dari tahun 2005 sampai
dengan tahun 2009. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
regresi linear berganda.
Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sesuai untuk
mengetahui pengaruh arus kas operasi dan laba bersih terhadap likuiditas saham.
Seccara parsial dapat diketahui bahwa variabel yang berpengaruh terhadap likuiditas
saham adalah laba bersih, sedangkan arus kas operasi tidak berpengaruh. Sehingga
hipotesis yang menyatakan bahwa arus kas operasi berpengaruh paling dominan
terhadap likuiditas saham tidak teruji kebenarannya