Abstract :
ABSTRAKSI
Untuk penentuan penyakit jantung koroner, dapat dilakukan dengan cara
menganalisa sinyal yang dihasilkan dari Electrocardioram (ECG). Namun sinyal
keluaran dari Electrocardiogram berbentuk spektrum sangat kompleks dan tidak
spesifik, serta memberikan hasil yang bervariatif untuk masing-masing individu, sehingga
analisa terhadap data tersebut cenderung memberikan penilaian yang subjektif.
Dalam penelitian ini akan dikembangkan sebuah software berbasis jaringan
syaraf tiruan untuk proses identifikasi penyakit jantung koroner. Metode pembelajaran
yang digunakan adalah Propagasi Balik (Backpropagation). Data training yang
digunakan berasal dari pasien normal sebanyak 16 data. Dari proses training
didapatkan bobot yang akan digunakan untuk menguji 48 data testing (lead V1, V2, V3
dan V4), yang berasal dari pasien normal dan pasien dengan jantung koroner.
Hasil pengujian mampu mengenali jenis data V1 normal 91.7% dengan
arsitektur, jumlah hidden 5, ? = 0,6, ? = 0,6; V2 normal 66.7% dengan arsitektur,
jumlah hidden 5, ? = 0,8, ? = 0,5; V3 normal 100% dengan jumlah hidden 5, ? = 0,7, ?
= 0,5 dan V4 normal 100% dengan jumlah hidden 5, ? = 0,6, ? = 0,6. Serta jenis data V1
koroner 100% dengan arsitektur, jumlah hidden 5, ? = 0,8, ? = 0,6; V2 koroner 100%
dengan arsitektur, jumlah hidden 5, ? = 0,7, ? = 0,8; V3 normal 100% dengan jumlah
hidden 5, ? = 0,7, ? = 0,5 dan V4 koroner 91% dengan jumlah hidden 5, ? = 0,8, ? =
0,4.
Kata kunci : Backpropagation, Identifikasi Penyakit Jantung Koroner, Jaringan Syaraf
Tiruan.