Abstract :
PERILAKU HUBUNGAN DINDING STRUKTUR
DENGAN BALOK PADA STRUKTUR SISTEM GANDA
GEDUNG D?SOYA HOTEL
ABSTRAK
Disusun Oleh:
Alfian Eka H.
0753010045
Bangunan tahan gempa umumnya menggunakan elemen struktural berupa
dinding struktur untuk menahan kombinasi dari geser, momen, dan gaya aksial yang
ditimbulkan oleh gaya gempa yang bekerja pada struktur bangunan. Analisa terhadap
gedung D?Soya Hotel Surabaya yaitu terhadap perilaku hubungan dinding struktur
dengan balok dengan menggunakan metode perancangan sistem ganda (dual system),
yaitu dengan dinding struktur dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus
(SRPMK). Sistem ini merupakan sistem yang baik dalam merencanakan bangunan
agar dapat memikul beban lateral dan gravitasi dengan efektif, dan gedung tersebut
dapat mempunyai respons secara kaku sehingga membatasi kerusakan pada elemen
non struktural. Dalam perencanaan struktur gedung D?Soya Hotel ini telah
memenuhi konsep ?strong coloumn weak beam? sesuai SNI 2847 pasal 23.4.2.2.
Pendimensian dan penulangan balok antara lain : Dimensi 40/60 dengan tulangan
longitudinal D25, sengkang Ø10. Momen terbesar yang bekerja pada balok tumpuan
sebesar 545,03 kNm, dipakai 10D25 (tulangan tarik), dan 6D25 (tulangan tekan).
Sedangkan untuk momen yang bekerja pada balok lapangan sebesar 181,68 kNm,
dipakai 4D25 (tulangan tarik), dan 3D25 (tulangan tekan). Dimensi 40/70 dengan
tulangan longitudinal D32, sengkang Ø10. Momen terbesar yang bekerja pada balok
tumpuan sebesar 1007,62 kNm, dipakai 10D32 (tulangan tarik), dan 5D32 (tulangan
tekan). Sedangkan untuk momen yang bekerja pada balok lapangan sebesar 542,72
kNm, dipakai 5D32 (tulangan tarik), dan 3D32 (tulangan tekan). Dimensi 30/40
dengan tulangan longitudinal D22, sengkang Ø10. Momen terbesar yang bekerja
pada balok tumpuan sebesar 251,33 kNm, dipakai 10D22 (tulangan tarik), dan 6D22
(tulangan tekan). Sedangkan untuk momen yang bekerja pada balok lapangan sebesar
132,68 kNm, dipakai 4D25 (tulangan tarik), dan 3D25 (tulangan tekan). Untuk
perencanaan kolom dengan dimensi 70/70 digunakan tulangan longitudinal 20D25
dan sengkang Ø12. Pada hubungan balok kolom exterior tepi dan interior tengah,
tulangan transversal 4Ø12 setinggi 400 mm. Untuk Penulangan perkuatan hubungan
balok dengan dinding struktur digunakan tulangan geser Ø10 ? 50 mm yaitu jarak 2h
(1200 mm) dari muka dinding struktur.
Kata kunci : Dinding Struktur, Sistem Ganda, SRPMK, Strong Coloumn Weak
Beam.