Abstract :
Menyadari akan pentingnya sektor industri dalam suatu pembangunan
ekonomi, maka pemerintah berusaha meningkatkan pertumbuhan sektor industri
manufaktur di Kabupaten Gresik supaya dapat memberikan kontribusi terhadap
sektor industri manufaktur di Jawa Timur. Didalam menigkatkan pertumbuhan
sektor industri manufaktur tidak terlepas dari penanaman modal asing atau
investasi, karena investasi merupakan faktor yang sangat penting dan kebutuhan
utama dalam pembangunan yang menghendaki adanya tingkat pertumbuhan
ekonomi.
Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) cabang kota Surabaya dan Kantor
Departemen Perindustrian dan Perdagangan cabang kota Surabaya yang diambil
selama kurun waktu 10 tahun mulai dari tahun 1999-2008. Untuk analisis data
menggunakan alat bantu komputer dengan program SPSS (Statistic Program For
Social Science) versi 13.0. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
regresi linier berganda dan uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dan uji F
statistik.
Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis secara simultan variabel
bebas, yaitu Kurs Valuta Asing (X1), Jumlah Industri Manufaktur (X2), Inflasi
(X3), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) (X4), dan Tingkat Suku Bunga
(X5) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, yaitu Investasi Penanaman
Modal Asing (PMA) Industri Manufaktur (Y) diperoleh hasil Fhitung sebesar =
27,144 > Ftabel = 6,26 yang berarti secara simultan kelima variabel bebas
mempunyai pengaruh yang nyata terhadap Investasi PMA Industri Manufaktur di
Kabupaten Gresik. Sedangkan pengujian secara parsial variabel Kurs Valuta
Asing (X1) tidak berpengaruh secara nyata terhadap Investasi PMA Industri
Manufaktur (Y) dengan menggunakan uji t dimana t hitung (X1) = 0,202 < t tabel =
2,376 ,variabel Jumlah Industri Manufaktur (X2) tidak berpengaruh secara nyata
terhadap Investasi PMA Industri Manufaktur (Y) dimana t hitung (X2) = 0,616 <
t tabel = 2,376 ,variabel Inflasi (X3) tidak berpengaruh secara nyata terhadap
Investasi PMA Industri Manufaktur (Y) dimana t hitung (X3) = -0,672 < t tabel =
-2,376 ,variabel PDRB (X4) berpengaruh secara nyata terhadap Investasi PMA
Industri Manufaktur (Y) dimana t hitung (X4) = 3,748 > t tabel = 2,376 ,variabel
Tingkat Suku Bunga (X5) tidak berpengaruh secara nyata terhadap Investasi PMA
Sektor Industri Manufaktur (Y) dimana t hitung (X5) = 0,348 < t tabel = 2,376.
Dari kelima variabel tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap
variabel Investasi PMA Industri Manufaktur di Kabupaten Gresik (Y) adalah
variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) (X4).