Abstract :
Jumlah uang beredar adalah jumlah uang yang ada di tangan msyarakat yang dapat berupa uang kartal, uang giral, deposito berjangka, saldo tabungan dan uang kuasi atau biasa disebut dengan (M3). Setiap perubahan dalam jumlah uang beredar akan berpengaruh terhadap kegiatan perekonomian di berbagai sektor, dengan demikian pengelolaan terhadap jumlah uang beredar harus selalu dilakukan dengan hati ? hati, dan mempertimbangkan pengaruh yang akan terjadi. Atas dasar pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga kredit, inflasi, investasi, dan pendapatan nasional terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia.
Dalam penelitian ini data yang di analisis menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya. Sedangkan alat analisis program SPSS (Statistik Program For Social Science) serta menggunakan asumsi klasik BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) yaitu untuk mengetahui pengaruh dan hubungan dari variabel ? variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Hasil analisis tersebut di analisis dengan uji-F statistik.
Berdasarkan hasil analisis pengujian secara simultan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara suku bunga kredit (X1), inflasi (X2), investasi (X3), pendapatan nasional (X4) terhadap jumlah uang beredar (JUB) (Y). Hal ini diketahui dari uji F yaitu diperoleh nilai Fhitung =10,189>Ftabel=3,48. Sedangkan secara parsial variabel suku bunga kredit (X1), tidak berpengaruh secara nyata/signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar (Y) dengan menggunakan uji t dimana thitung = 0,241< ttabel = 2,228, inflasi (X2), tidak berpengaruh secara nyata/signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar (Y) dengan menggunakan uji t dimana thitung = 0,151< ttabel = 2,228, sedangkan variabel investasi (X3), tidak berpengaruh/signifikan terhadap jumlah uang beredar dimana thitung = 0,719< ttabel = 2,228 dan variabel pendapatan nasional (X4) berpengaruh secara nyata/signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar (Y) dimana thitung = 3,172> ttabel = 2,228.