Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
MERSHINTA , KAMEGA ARIMAWAN
Subject
K3150 Public law
Datestamp
2011-10-25 03:56:18
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran
visum et repertum dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan serta
untuk mengetahui kendala yang menyebabkan visum et repertum dalam
tindak pidana pembunuhan tidak optimal.
metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian
hukum Normatif yakni mengkaji hukum yang dikonsepkan sebagai
Norma atau kaidah yang berlaku dalam masyarakat. Pengumpulan data
hukum primer yaitu bahan yang mengikat berupa Undang-undang, data
sekunder bahan yang erat hubunganya dan membantu dalam
menganalisis bahan hukum primer. Analisis data dilakukan dengan cara
mengumpulkan semua data yang ada, baik data primer maupun data
sekunder, serta wawancara dan studi pustaka yang kemudian dianalisis
dan diinterpretasikan.
Menurut Pasal 10 Surat Keputusan Menteri Kehakiman No.
M04.UM.01.06 tahun 1983 menyatakan, bahwa hasil pemeriksaan ilmu
kedokteran kehakiman disebut Visum et Repertum. Dengan demikian,
menurut KUHAP keterangan ahli yang diberikan oleh ahli kedokteran
kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya disebut Visum et Repertum
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran visum et
repertum dalam hukum pidana diperlukan sebagai alat bukti yang sah
sesuai dengan ketentuan pasal 184 ayat (1) KUHP, serta terdapat kendala
internal dan eksternal di dalam penggunaan visum et repertum