Abstract :
Pati resisten atau (Resistant starch) adalah pati dan produk-produknya
yang lolos dari proses pencernaan di usus halus dan masuk ke usus besar.
Pemanasan kembali serta pendinginan pati yang mengarah pada terbentuknya
kristal baru yang tidak larut berupa pati teretrogradasi (retrograded starch).
Gelatinisasi dan retrogradasi yang sering terjadi selama pengolahan bahan berpati
dapat mempengaruhi kecernaan pati di dalam usus halus.
Pada penelitian ini dilakukan analisa evaluasi gizi tepung pra masak
pisang pada tikus percobaan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik
dan kimia digesta tikus percobaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tepung
pra masak pisang terhadap berat, volume, kadar air, pH dan total asam lemak
rantai pendek dalam digesta tikus percobaan dan untuk menentukan perlakuan
terbaik dari jenis pisang dan proses pemasakan pada sifat fisik dan kimia tikus
yang mengkonsumsinya.
Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis pisang dan faktor II adalah jenis
perlakuan (perebusan-pendinginan, pengukusan-pendinginan dan pemangganganpendinginan).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan yang
dikombinasi pendinginan dapat meningkatkan kadar pati resisten pisang.
Perlakuan terbaik diperoleh pada tepung pra masak pisang tanduk (rebus-dingin)
yang ditunjukkan pada digesta tikus yang mengkonsumsinya yaitu mempunyai
kadar air digesta 86,293 %, volume digesta 2,05 gr/100gr berat badan, berat
digesta 2,045 gr/100gr berat badan, pH digesta 6,494, kadar asam asetat 37,926
mmol/l, kadar asam propionat 18,866 mmol/l, kadar asam butirat 10,204 mmol/l
dan Total SCFA 65,152 mmol/l.