Abstract :
Edible film dapat didefinisikan sebagai lapisan tipis yang melapisi makanan
dan layak dimakan. Edible film dapat dibuat dari golongan polisakarida yaitu pati.
Pati yang digunakan diperoleh dari umbi-umbian dengan cara ekstraksi, salah
satunya Kimpul. Kimpul (Xanthosoma sagittifolium Schott) adalah salah satu jenis
umbi yang banyak mengandung karbohidrat, sebagian besar berupa pati. Edible
film yang berasal dari pati memiliki kelemahan mudah sobek dan kurang elastis,
maka perlu dilakukan penambahan Na-CMC dan plasticizer gliserol.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh penambahan
Na-CMC dan plasticizer gliserol terhadap kualitas edible film yang dihasilkan, 2)
untuk mengetahui perlakuan terbaik antara penambahan Na-CMC dan plasticizer
gliserol pada pembuatan edible film. Penelitian ini menggunakan metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu
Faktor I penambahan Na-CMC 1%,2%,3%, Faktor II penambahan gliserol 10%,
20% dan 30%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu pada
penambahan Na-CMC 3% dan penambahan gliserol 30%, peningkatan
konsentrasi Na-CMC dan gliserol menghasilkan kadar air sebesar 19,621%, laju
transmisi uap air 6,910 g/mm²/24 jam, kuat tarik sebesar 8,248 N/mm2, ketebalan
0,149 mm dan elongasi sebesar 23,693%, tingkat skoring terhadap warna sebesar
5,438 dan tekstur 4,813. Hasil analisa finansial untuk perlakuan terbaik adalah
BEP dicapai pada nilai Rp. 51.741.620,16 sebesar 27,76% dan 866,1 unit /tahun.
Nilai Payback Periode (PP) 3,4 tahun; nilai NPV Rp. 145.907.536; nilai Gross
B/C 1,54 dan nilai IRR 35,62 %.