Abstract :
Tauwa merupakan minuman yang dibuat dari susu kedelai dari proses
penggumpalan protein kedelai. Penelitian ini merupkan pengembangan
pembuatan tauwa yang menggunakan bahan baku kacang hijau dengan
penggumpal Glucono Delta Lactone (GDL). Permasalahan yang dihadapi dalam
pembuatan tauwa kacang hijau adalah ketepatan penambahan air dan konsentrasi
GDL. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kacang hijau : air dan
konsentrasi GDL terhadap kualitas tauwa kacang hijau yang dihsilkan.
Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama : Penambahan
air pembautan susu kacang hijau ( 300 ml; 450 ml; dan 600 ml) dan faktor kedua :
konsentrsi GDL (2%b/bb, 3%b/bb dan 4%b/bb). Data yang diperoleh diuji dengan
Anova dan apabila terdapat beda nyata antar perlakuan, maka dilajutkan dengan
uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukan perlakuan yang terbaik adalah perlakuan dengan
perbandingan kacang hijau dengan air 600 ml dan konsentrasi GDL 3 %.
Perlakuan tersebut menghasilkan tauwa kacang hijau dengan pH penggumpalan
4,65 rendemen 296,0818 % sineresis 0,2115 g/j kadar protein 6,1187% tingkat
kesukaan rasa 144,5(sangat suka), aroma 142 (sangat suka) dan skor tekstur 82.
Hasil analisis finansial diketahui bahwa nilai Break Event Point (BEP)
dicapai pada Rp.110.628.501,1 sebesar 26,63 % dan kapasitas titik impas 35.658
mangkuk/tahun, sedangkan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 24,42%,
Payback Period (PP) dicapai selama 3,43 tahun, Net Present Value (NPV) sebesar
Rp.139.999.042 dan Benefit Cost Ratio sebesar 1,16