Abstract :
This study is a replication of a study conducted by Luk and Shaffer (2005), entitled "Work and Family domain
stressors and support: within and cross domain Influences on work family conflict". What distinguishes the
earlier study was on the factors that influence the occurrence of work-family conflict, and on the level of
analysis in work-family conflict itself is more detail on the dimensions. The survey was conducted on
employees BRI (Bank Rakyat Indonesia) office of Central Java and Yogyakarta Special region. Data were
collected by survey of 400 questionnaires distributed, only 333 were returned, and the number of 300
questionnaires that can be analyzed. The sampling technique used is purposive and convenience sampling.
Validity and reliability of the instrument made before data.alat analysis is regression analysis used
hierarchical. Studies show that the factors that affect work-family conflict is the role of excess burden and
family demands, while role ambiguity and role conflict was not found to affect the work-family conflict.
Supervisor support and family-friendly policies do not moderate this relationship, while peer support and
family support was found to moderate this relationship. Another finding is that the most powerful family
support moderates the relationship between family demands on work-family conflict is based on behavior,
whereas coworker support was found to moderate the relationship between excess weight to the role of workfamily
conflict as a whole.
Keywords: stressors, social support, work-family conflict.
Penelitian ini merupakan replikasi dari studi yang dilakukan oleh Luk dan Shaffer (2005) yang berjudul
?Work and Family domain stressors and support: within & cross domain influences on work family conflict?.
Yang membedakan dengan studi sebelumnya adalah pada faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
konflik pekerjaan-keluarga, dan pada tingkat analisis dalam konflik pekerjaan-keluarga itu sendiri yang lebih
detail pada dimensinya. Survei dilakukan pada para pegawai BRI (Bank Rakyat Indonesia) kantor wilayah
Jateng dan daerah Istimewa Jogjakarta. Data dikumpulkan dengan metode survei dari 400 kuesioner yang
dibagikan, hanya 333 yang kembali, dan sejumlah 300 kuesioner yang dapat dianalisis. Teknik sampling yang
digunakan adalah purposive dan convenience sampling.Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan
sebelum analisis data.alat analisis yang digunakan adalah regresi hirarkikal.Studi menunjukkan bahwa faktor
yang mempengaruhi konflik pekerjaan-keluarga adalah beban peran berlebih dan tuntutan keluarga,
sedangkan ambiguitas peran dan konflik peran tidak ditemukan berpengaruh terhadap konflik pekerjaankeluarga.
Dukungan atasan dan kebijakan yang ramah-keluarga tidak memoderasi hubungan ini, sedangkan
dukungan rekan kerja dan dukungan keluarga ditemukan memoderasi hubungan ini. Temuan lain bahwa
dukungan keluarga paling kuat memoderasi hubungan antara tuntutan keluarga terhadap konflik pekerjaankeluarga
berbasis perilaku, sedangkan dukungan rekan kerja ditemukan memoderasi hubungan antara beban
peran berlebih terhadap konflik pekerjaan-keluarga khususnya yang berbasis waktu dan ketegangan, tetapi
tidak yang berbasis perilaku.
Kata Kunci: stressor, dukungan sosial, konflik pekerjaan-keluarga