Abstract :
Keberhasilan seseorang dalam pekerjaannya tidak hanya ditentukan oleh kompetensi yang
dimilikinya, tetapi juga oleh potensi yang ada, serta semangat individu tersebut untuk
mencapainya. Selain itu faktor penghargaan dan kohesivitas juga menentukan keberlanjutan
kehidupan kerja seseorang dan juga organisasi. Kondisi ini merupakan aplikasi dari Teori
Ekspektasi tentang motivasi dari Victor Vroom yang mengatakan bahwa: ?People will make an
effort to achieve a standart of performance if they perceive that it will be rewarded by a desirable
outcomes?.
Dalam bekerja, masing-masing individu memiliki tujuan/pengharapan yang hendak dicapai.
Untuk itu, individu akan mengerahkan segenap usahanya dengan mengerahkan potensi yang ada
(spiritual, kreatif, emosi, fisik, akademik, dan sosial), yang ditunjukkan dalam kinerja sesuai
tanggung jawabnya (in-role). Kinerja in-role atau yang sering disebut dengan job description ini
tidak akan otomatis tercapai, tanpa dukungan kompetensi (threshold competencies dan
differentiating competencies) yang dimilikinya.
Seseorang akan merasa puas terhadap hasil kerjanya bila ada penghargaan dari organisasi. Hal
ini akan mendorong untuk membantu rekan kerjanya menyelesaikan pekerjaan, sebagai wujud
kinerja extra-role atau organizational citizenship behavior (OCB). Kinerja extra-role merupakan
perilaku sukarela dari seorang karyawan untuk mau melakukan tugas atau pekerjaan di luar
tanggung jawab atau kewajibannya untuk kemajuan organisasi. Kinerja extra-role akan mudah
tercipta bila ada rasa kebersamaan (kohesivitas) dari para anggota organisasi yang terlibat.
Gagasan ini masih terbatas pada kajian literature, sehingga membutuhkan pembuktian secara
empiris agar mendapat bukti yang dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan di
organisasi.
Kata Kunci: potensi, kompetensi, kinerja in-role, kinerja extra-role, kepuasan kerja,
penghargaan, kohesivitas