Abstract :
Paradigma penyelenggaraan pemerintah dari sektor publik telah
mengalami pergeseran dari Rule Government menjadi Good Governance
dari yang semula bersandarkan pada peraturan dan birokrasi yang kaku
berubah mengedepankan performa pelayanan sehingga dari semula
aparatur pemerintah yang minta dilayani berubah menjadi abdi atau pelayan
masyarakat. KPP Pratama Sidoarjo Utara berusaha meningkatkan kualitas
layanan kepada wajib pajak dan seluruh stakeholder perpajakan. Adanya
surat pembaca yang mengeluhkan layanan KPP Pratama Sidoarjo Utara
dan beberapa keluhan dan saran yang masuk melalui kotak saran.
Berdasarkan hal tersebut , tujuan dari penelitian ini adalah untuk bukti
empiris mengenai faktor-faktor yang menentukan kualitas layanan yang
meliputi tangible (bukti langsung), reliability (keandalan), responsiveness
(daya tanggap), assurance (jaminan), dan emphaty (empati), sedangkan
variabel terikatnya adalah kepuasan wajib pajak dan memberikan bukti
empiris pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan wajib pajak.
Penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dari jawaban
responden yang disebarkan melalui kuisioner kepada 100 orang wajib pajak
KPP Pratama Sidoarjo Utara dengan tehnik pengambilan sampel Accidental
Sampling. Variabel bebasnya adalah kualitas layanan (X) yang terdiri dari
tangible (bukti langsung), reliability (keandalan), responsiveness (daya
tanggap), assurance (jaminan), dan emphaty (empati). Variabel terikatnya
adalah kepuasan wajib pajak (Y).
Melalui analisa Structural Equation Modeling (SEM), dapat diambil
kesimpulan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan wajib pajak pada KPP Pratama Sidoarjo Utara. Faktorfaktor
kualitas layanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness,
assurance dan emphaty berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan wajib pajak