Abstract :
Kebutuhan pangan terutama beras bagi rakyat Indonesia merupakan
kebutuhan manusia sehari-hari yang sangat dibutuhkan untuk menunjang
kelangsungan hidup manusia. Kedudukan beras sebagai salah satu kebutuhan
pokok merupakan salah satu sektor yang strategis dapat dipahami karena
pengeluaran pemerintah untuk sector ini tiap tahunnya cukup besar. Pengadaan
beras sebagai salah satu kebutuhan pokok merupakan suatu kebijaksanaan yang
harus ditingkatkan sebagai landasan untuk pembangunan dalam jangka panjang.
Peranan BULOG adalah menjaga stabilnya harga dan meratanya penyebaran
bahan pangan terutama beras sebagai komoditi sosial yang dapat mempengaruhi
keadaan perekonomian, politik, bahkan pertahanan keamanan. Dan tugas utama
BULOG adalah menjaga Harga Dasar Gabah, Menyalurkan beras untuk rakyat
miskin (Raskin), mengelola stock pangan pemerintah sebagai cadangan pangan
untuk bencana alam, konflik sosial, maupun cadangan karena keadaan darurat
lainnya.
Data yang digunakan merupakan data yang ada dalam kurun waktu
mulai tahun 1981 ? 2005, yang terdiri dari data jumlah pengadaan beras, harga
beras, dan stock beras yang dikelola oleh kantor Perum BULOG Sub Divre
Kediri. Teknik analisis yangdipergunakan dalam penelitian ini adalah Analisis
deskriptif yang menggambarkan kejadian dengan cara mendeskripsikan dan
mengamati secara langsung maupun tidak langsung peranan Perum BULOG
Subdivre Kediri dalam menjaga stabilitas harga beras.
Dari hasil analisis dinyatakan bahwa trend atau ramalan harga beras
untuk 5 tahun mendatang, harga beras terus mengalami kenaikan yang signifikan,
bahkan saat ini harga beras sudah hampir menyamai harga bahan bakar minyak
yaitu premium. Ini berarti menunjukkan bahwa peranan BULOG dalam
menstabilkan harga tidak terwujud. Peranan Bulog dalam ketahanan pangan
dengan formatnya sebagai Perum juga masih membutuhkan waktu dan proses,
disamping sesuai dengan amanat dari PP 68/2002 dan PP 7/2003 serta Inpres
9/2002 diperlukan arahan pemerintah yang harus dilaksanakan Bulog yang juga
memerlukan proses. Pengembangan Bulog agar benar-benar menjadi lembaga
yang dapat menyeimbangkan peran sosial dan komersial dalam sistem
pengelolaan yang transparan dan accountable membutuhkan proses disertai
dengan pemantauan yang objektif.