Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Rizky, Aditya
Subject
TS155 Production management. Operations management
Datestamp
2011-11-07 07:20:43
Abstract :
Ketatnya persaingan dalam dunia industri semakin memacu perusahaan
manufacturing untuk meningkatkan terus menerus hasil produksinya dalam bentuk
kualitas, harga, jumlah produksi, pengiriman tepat waktu, dengan tujuan yang lebih nyata
adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan. Usaha yang nyata dalam suatu produksi
barang adalah mengurangi pemborosan yang tidak mempunyai nilai tambah dalam
berbagai hal termasuk penyediaan bahan baku, lalu lintas bahan, pergerakan operator,
pergerakan alat dan mesin, menunggu proses, kerja ulang dan perbaikan. Ide utamanya
adalah pencapaian secara menyeluruh efisiensi produksi dengan mengurangi pemborosan
yang pada akhirnya adalah meningkatkan daya saing perusahaan itu sendiri.
PT. Rexplast Sidoarjo adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang
industri botol plastik. Peluang pasar yang masih besar membuat perusahaan ini selalu
meningkatkan jumlah produksinya dari waktu kewaktu, akan tetapi banyaknya faktor
kendala yang dihadapi oleh perusahaan tersebut membuat jalannya produksi kurang
begitu maksimal. Sebagai misal pemborosan yang terdapat pada area produksi sehingga
mengakibatkan kerugian pada perusahaan.
Tujuan dilakukan penelitian di PT. Rexplast Sidoarjo adalah untuk
mengidentifikasi aktivitas secara keseluruhan menggunakan Big Picture Mapping, Value
Stream Analysis Tools (VALSAT) dan menganalisa penyebab pemborosan yang ada
selama proses produksi denan Fish Bone Chart dan memberikan usulan perbaikan dengan
menggunakan FMEA (Failure Mode Effect and Analysis) untuk mengurangi waste yang
ada pada lantai produksi.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis pemborosan yang berhasil
teridentifikasi adalah Defet, Waiting, dan Overproduction,Excess Process, Not Utilizing
Emloyee KSA, Transprortation, Enviromental safety and Health, Inventories, Motions.
Selain itu meminimasi pemborosan yang telah teridentifikasi tersebut diberikan beberapa
usulan perbaikan, diantaranya adalah merubah kebijakan perusahaan dalam proses
mixing, sehingga dapat mengurangi waiting di area persiapan mesin Blow Moulding dari
1860 detik menjadi 1580 detik, merubah kebijakan perusahaan dalam proses
Blow,sehingga dapat mengurangi waiting di area persiapan mesin Printing dari 3300
detik menjadi 2850 detik