Abstract :
Pesatnya perkembangan teknologi diiringi perubahan lingkungan
ekonomi yang sangat cepat, dan meningkatnya kebutuhan bagi sebuah lembaga
untuk terus beradaptasi terhadap perubahan tersebut membuat manajemen
eksekutif maupun legislatif harus memiliki informasi terkini setiap waktu,
sehingga lembaga / organisasi dapat mengelola bisnisnya secara lebih efektif.
Untuk mengatasi hal tersebut, dengan tetap menjaga enterprise dari disintegrasi,
konsep perancangan arsitektur enterprise telah menjadi salah satu opsi enterprise
sejak diperkenalkan oleh John H. Zachman pada tahun 1987.Untuk kemudian
berkembang menjadi bermacam jenis sesuai kebutuhan enterprise, salah satunya
TEAF yang merupakan framework treasury departemen keuangan amerika.
Arsitektur enterprise merupakan tahap awal dalam pengembangan sistem
informasi dalam sebuah perusahaan.
Dengan menganut prinsip arsitektur yang benar, langkah - langkah yang
dilakukan dapat lebih terpetakan dan dapat menghasilkan prioritas pengerjaan
yang tidak tumpang tindih yang disesuaikan dengan strategi manajemen bisnis
yang ada. Perusahaan yang membangun sistemnya tanpa menggunakan
Arsitektur Enterprise beresiko menimbulkan duplikasi sistem, tidak kompatibel,
ambigu dan membutuhkan biaya yang tidak perlu baik untuk integrasi maupun
pemeliharaannya.