Abstract :
ABSTRAKSI
Ajeng Ariestyanti, REPRESENTASI FEMINISME LIBERAL DALAM FILM ?TOY
STORY 3? (Studi Semiotik Tentang Representasi Feminisme Liberal Dalam Film ?Toy
Story 3? karya Wall Disney dan Pixar Animation)
Pixar Animation telah membuat film animasi yang menggebrakkan dunia
perfilman, yaitu ?Toy Story 3?. Film ini mengantongi 3 piala Oscar di Academy Award
2011. Film yang ceritanya berkisar tentang petualangan mainan yang digambarkan bisa
hidup jika tidak ada orang. Pada film ini terjadi transisi (peerubahan) dalam hidup
seorang Andy, dimana Andy menjadi tumbuh dewasa. Sehingga terdapat kisah lucu,
sedih, perjuangan, haru, menyenangkan yang dicampur menjadi satu. Tetapi
didalamnya terdapat penindasan perempuan yang dapat dilihat oleh siapapun terutama
anak-anak. Secara semberono film ini membeda-bedakan perempuan dan laki-laki,
bahkan karakter perempuan didalamnya terlihat ?emosional?. Gerakan feminisme
liberal itu sangat jelas diperlihatkan di dalam film ini, terutama adalah perlawanan
kekerasan fisik maupun moral yang dilakukan Losto (penguasa) kepada mainan Andy.
Hal ini diperkuat juga dengan tokoh Ny Potato Head, Berbie dan Jessie raut muka yang
emosional. Hal itu tentunya tidak sesuai dengan Deklarasi Universal mengenai
penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, yakni Hak untuk bebas dari segala
bentuk diskriminasi, Hak untuk tidak mengalami penganiayaan atau kekejaman lain
yang tidak manusiawi, Hak persamaan, Hak atas kehidupan, dsb.
Maka tanda-tanda feminisme liberal dalam scene-scene film itu akan
direpresentasikan oleh peneliti dengan memakai teori semiotik Jhon Fiske, dengan
memakai pemilahan scene-scene yang menunjukkan tanda-tanda adanya feminisme
liberal. Dengan menggunakan kode-kode yang diwakili atas tiga level. Kode-kode
tersebut bekerja dalam sebuah struktur hierarki yang kompleks. Analisis yang
dilakukan pada film ?Toy Story 3? ini dapat terbagi menjadi beberapa level, yaitu:
Level Realitas (reality) seperti Penampilan, Kostum, Tata Rias, Lingkungan, Tingkah
Laku, Cara Bicara, Gerak Tubuh, Ekspresi, Suara, dll, Level Representasi
(representation) seperti Kamera, Cahaya, editing, Musik, dan Level Ideologi (ideology)
seperti dialog.
Dalam penelitian ini feminisme adalah sebuah gerakan pada mulanya berangkat
dari asumsi bahwa kaum perempuan ditindas dan dieksploitasi, serta usaha untuk
mengakhiri penindasan dan eksploitasi tersebut (Fakih, 2001:99). Dalam sepanjang
perkembangannya ada beberapa jenis gerakan feminisme, diantaranya feminism liberal,
feminism radikal, feminism sosialis, feminism marxis, feminism post modern,
feminism psikoanalitik dan feminism eksistansialis. Namun film ?Toy Story 3? lebih
tergambarkan adanya gerakan feminisme liberal. Feminisme liberal adalah
menginginkan terbebasnya perempuan dari peranan gender dan opresif, agar
meciptakan hak yang sama dan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki
(Tong, 1998)