Abstract :
ABSTRAKSI
WEDYASMARA WINDARU, OBYEKTIVITAS BERITA
TENTANG AHMADIYAH (Analisis Isi Tentang Ahmadiyah di
Halaman Depan, Jawa Pos dan Kompas, Periode 7 Februari ? 28
Februari 2011)
Penelitian ini adalah penelitian metodologi kuantitatif dengan menggunakan
metode analisis isi kuantitatif terhadap pemberitaan ahmadiyah, bulan februari di
Jawa Pos Dan Kompas.
Dasar pemilihan topic berita ahmadiyah mengingat bahwa Indonesia adalah
Negara dengan penduduknya mayoritas merupakan warga Negara pemeluk agama
Islam. Sebagai Negara mayoritas beragama Islam, maka sangatlah menjadi hal
penting disaat muncul aliran agama yang berkedok agama islam namun dirasakan
telah menyampaikan ajaran yang menyimpang dari dasar agama itu sendiri dan
hingga akhirnya sampai memicu terjadinya bentrokan fisik terhadap pihak pihak yang
Pro maupun Kontra terhadap ajararan ini. Jawa Pos mencatat telah terjadi
penyerangan terhadap penganut Ahmadiyah sebanyak 7 kali serangan yang 5
diantaranya terjadi pada 2010 dan sisanya Januari dan Februari 2011.
Media massa seharusnya mengambil peran menjadi media informasi dan perekat
sosial pada khalayaknya dengan memberikan informasi yang benar, seimbang dan
bertanggungjawab. Disisi lain, pers memiliki idealisme sesuai dengan visi misinya
sendiri yang tiap saat juga diperhadapkan pada situasi pedangbermata dua, antara
fungsi idealisme yang diyakininya dengan tuntutan komersialitas atas pemberitaan,
karena bagaimanapun idealisnya sebuah lembaga pers, dia tetaplah sebuah perusahaan
berorientasi pada profit sehubungan tanggungjawabnnya atas kesejahteraan
pekerjanya. Meski telah terdapat regulasi teori ilmu dan kode etik yang jelas, tepat
sasaran, bukan berarti kenyataan yang terjadi dalam media massa di Indonesia sudah
sejalan dengan aturan-aturan itu.
Dengan melalui penelitian analisis isi dari Kompas serta Jawa Pos pada
pemberitaan Ahmadiyah di Cikesik, diperoleh secara tepat implementasi dilapangan
atas obyektivitas pers yang telah mayoritas memenuhi 2 dari 3 kategori yang
digunakan dalam mengukur obyektifitas, yakni akurasi dan valididtas, meskipun
dalam hal fairness baik Jawa Pos dan Kompas, sama-sama belum mampu menyajikan
berita secara berimbang baik dalam data sumber berita dan luas kolom.