Abstract :
Perempuan sebagai model iklan di media massa, baik cetak maupun
elektronik makin marak digunakan. Menggunakan perempuan sebagai barang
komoditi dalam iklan bukan hal baru. Pengumbaran sensualitas untuk menarik
perhatian pria dianggap wajar. Berdasarkan fenomena ini, penulis ingin
mengetahui bagaimana sensualitas perempuan direpresentasikan dalam iklan
Victoria Perfume Body Scent versi ?We are the star?.
Penelitian ini menggunakan semiotika Roland Barthes untuk memahami
makna tanda yang muncul pada gambar baik secara denotasi maupun secara
konotasi dan mitos. Sensualitas merupakan tataran imajinasi seksual individu
terhadap objek yang dilihatnya. Sensualitas tak lepas dari fashion, make-up serta
tubuh itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian
deskriptif. Leksia dalam penelitian ini adalah diambil dari 4 potongan
gambar/visualisasi yang mewakili sensualitas melalui pakaian, make-up dan
bentuk tubuh. Teknik pengumpulan data dilakukan berupa rekaman gambar serta
pernyataan maupun sumber dari berbagai pihak tentang sensualitas perempuan.
Hasil penelitian bahwa unsur pakaian yang mini serta ketat yang cenderung
ketat, penambahan make-up warna natural dan gelap serta bentuk tubuh ramping,
kaki jenjang, hidung mungil dan warna kulit putih dengan massa tubuh
proposional dapat menghasilkan sensualitas.
Dengan demikian hal ini menjadi pembuktian bahwa makna pada gambar
pakaian, make up, bentuk tubuh dalam iklan Victoria Perfume Body Scent versi ?
We Are The Star? dapat menjadi representasi dari sensualitas perempuan. Ke
depannya diharapkan penggunaan perempuan sebagai model iklan tidak lagi
berpusat pada sensualitas perempuan,
Keyword