Abstract :
Perbedaan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham
menimbulkan konflik keagenan. Pemegang saham biasanya memilih dewan
direksi yang kemudian mengangkat manajer untuk menjalankan perusahaan.
Karena manajer bekerja untuk pemegang saham, mereka harus menentukan
kebijakan yang dapat meningkatkan nilai kepentingan pemegang saham. Tujuan
utama perusahaan dan sudut pandang manajemen keuangan adalah untuk
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau stockholder. Tujuan
tersebut sering kali hanya bisa dicapai apabila pemilik modal menyerahkan
pengelolaan perusahaan kepada para profesional (manajerial) dan insiders atau
sering disebut agen, karena pemilik modal memiliki banyak keterbatasan..
Berdasarkan uraian diatas maka tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui
pengaruh kepemilikan manajerial, kebijakan hutang, ukuran perusahaan dan
profitability terhadap kebijakan dividen
Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan
Manufaktur di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2008.
Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu teknik
pemilihan sampel yang dilaksanakan dengan cara pengambilan subyek
berdasarkan atas tujuan atau kriteria tertentu. Untuk menguji hipotesis yang
diajukan digunakan teknik analisis uji regresi linier berganda.
Berdasarkan uji secara simultan untuk variabel Kepemilikan manajerial ,
Kebijakan hutang, Ukuran perusahaan, profitabilitas berpengaruh terhadap
kebijakan dividen . Sedangkan untuk variabel Kepemilikan manajerial secara
parsial tidak berpengaruh terhadap Kebijakan dividen, variabel Kebijakan hutang
secara parsial tidak berpengaruh terhadap Kebijakan dividen, variabel Ukuran
perusahaan secara parsial berpengaruh terhadap Kebijakan dividen, variabel
profitabilitas secara parsial berpengaruh terhadap Kebijakan dividen.