Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Dina, Suroyya
Subject
T55.4 Industrial engineering. Management engineering
Datestamp
2011-11-09 08:22:06
Abstract :
ABSTRAKSI
Pelaku industri mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah,
berkualitas dan cepat, perbaikan di internal sebuah perusahaan manufaktur tidaklah
cukup. Ketiga aspek tersebut memerlukan peran serta semua pihak mulai dari pemasok
bahan baku sampai distribusi produk ke tangan pelanggan. Sehubungan dengan itu, untuk
mengetahui apakah rantai supply chain produk di PT. Bayer Indonesia ? Bayer
CropScience telah beroperasi dengan baik atau belum, diperlukan adanya suatu sistem
pengukuran kinerja.
PT. Bayer Indonesia ? Bayer CropScience merupakan perusahaan manufaktur
yang bergerak dalam produksi dan pemasaran produk-produk perlindungan dan pengatur
tumbuh tanaman yang memproduksi pestisida, PT. Bayer Indonesia ? Bayer CropScience
sudah memiliki kerangka pengukuran kinerja tetapi pengukuran kinerja supply chain
belum ada koordinasi dan integrasi antar jaringan yang ada dalam supply chain
perusahaan sehingga konsep supply chain dalam perusahaan tidak stabil. Hal ini
menjadikan tidak seimbangnya antara permintaan dan pasokan produk yang ada di
perusahaan.
Supply Chain Management merupakan solusi yang lebih cocok dan sesuai dengan
kondisi dan tujuan perusahaan. Untuk mengetahui kinerja perusahaan dengan supply
chain diperlukan suatu pengukuran melalui pendekatan yaitu model Supply Chain
Operations Reference (SCOR). Model ini di organisasikan 5 proses yaitu plan, source,
make, deliver, return dapat berjalan dengan baik.
Dari hasil pengukuran performasi supply chain PT. Bayer Indonesia ? Bayer
CropScience dapat diketahui bahwa nilai performansi yang paling tinggi terdapat pada
periode pada bulan April 2010 sebesar 82,99 (baik). dan nilai performasi supply chain
yang paling rendah terdapat pada periode Agustus sebesar 62,07(cukup).
Dari hasil penelitian dapat juga diketahui nilai dari masing-masing KPI adalah
sebagai berikut :
Percentage of Adjusted Production Quantity (60,04); Planning Employee Reliability
(83,33); Internal Relationship (79,16); Source Employee Reliability (79,1); Supplier
Delivery Lead Time (42,22); Material Order Cost (64,95); Payment Term (95,55);
Breakdown Time Percentage (81,01); Manufacturing Employee Reliability (87,5);
Delivery Lead Time (93,32); Minimum Delivery Quantity (35,25); Number of Customer
Complaint (85,42).Dari nilai-nilai tersebut dapat diketahui bahwa ada dua KPI yang
mempunyai nilai skor rendah yang memerlukan prioritas untuk dilakukan pembenahan
yaitu yang mempunyai nilai dibawah 50 point : Supplier Delivery Lead Time (42,22);
Minimum Delivery Quantity (35,22).
Kata Kunci : Supply Chain, Supply Chain Operations Reference (SCOR).