Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Erick , Marcelino Papilaya
Subject
K623 Civil law
Datestamp
2011-11-10 01:37:24
Abstract :
BSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana kekuatan
pembuktian visum et repertum dalam tindak pidana perkosaan di bawah umur
dan bagaimana bentuk-bentuk perlindungan hukum yang dilakukan oleh
keluarga, pihak Kepolisian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap
kobran tindak pidana perkosaan di bawah umur.
Penelitian ini menggunakan metode Yuridis Normatif yang bersifat
deskriptif analisis. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder.
Data primer merupakan data utama penelitian ini. Sedangkan data sekunder
digunakan sebagai pendukung data primer. Penelitian hukum yang dilakukan
berdasarkan norma dan kaidah dari peraturan perundangan. Sumber data
diperoleh dari literatur-literatur, perundang-undangan yang berlaku dan data dari
Polisi Resort Kota Besar Surabaya dan Lembaga Perlindungan Anak. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan cara metode deskriptif
analisis. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah mengenai alat-alat bukti
yang sah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Piadana pada pasal
184 ayat (1) : keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan
terdakwa. Dalam tindak pidana perkosaan di bawah umur dibutuhkan suatu alat
bukti yang utama yaitu visum et repertum. Visum et Repertum merupakan alat
bukti yang penting dalam tahap penyidikan, dimana pada tahapan ini untuk
menentukan suatu perkara itu dapat atau tidaknya dilanjutkan ke proses
selanjutnya yaitu proses peradilan. Perlindungan hukum terhadap korban
perkosann dibawah umur tidak hanya dilakukan oleh keluarga saja, tetapi perlu
melibatkan seluruh instansi lainnya dan semua unsur masyarakat.
Kata Kunci : Kekuatan Pembuktian Visum et Repertum, Perlindungan
Hukum, Korban, Tindak Pidana Perkosaan.