Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
DWI , PRASETYO LAMBANG KASETYAN
Subject
P99 Semiotics. Signs and symbols
Datestamp
2011-11-10 05:47:52
Abstract :
ABSTRAKSI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna yang
dikomunikasikan karikatur Sri Mulyani dalam situs INILAH.COM yang dimuat
tanggal 02 Februari 2011.
Karikatur Sri Mulyani tersebut akan diteliti dengan menggunakan pendekatan
studi semiotik, yaitu teori semiotik menurut Charles S. Pierce. Berdasarkan teori
semiotik Pierce maka karikatur Sri Mulyani tersebut diteliti berdasarkan
pengelompokan tanda Pierce. Teks yang dipaparkan oleh karikatur Sri Mulyani
menimbulkan maksud yang berbeda bagi pembaca, Ikon (icon) yaitu suatu hubungan
antara tanda dan objek yang bersifat kemiripan. Indeks (index) yaitu adanya suatu
hubungan alamiah dengan antara tanda dan petanda yang terdapat hubungan sebab
akibat. Simbol (symbol) yaitu merupakan tanda yang menunjukan hubungan alamiah
antara penanda dengan petandanya.
Berdasarkan pengamatan penulis terhadap karikatur Sri Mulyani maka penulis
memaknai ikon karikatur Sri Mulyani adalah gambar sosok seseorang Sri Mulyani,
sebuah kantong uang yang berada disamping Sri Mulyani. Indeks dalam karikatur
tersebut adalah tulisan ?Ayo?Pinjem Dari IMF Lagi Dipilih? Dipilih
Paketannya?? yang seolah-olah diucapkan oleh Sri Mulyani, tulisan ?mbak sri?
SPG model baru? yang diberikan warna merah pada tulisan SPG-nya untuk
mempertegas kata SPG, tulisan ?Komisi 1% $? pada kantong uang, serta butiranbutiran
air yang keluar dari mulut dan di atas kepala Sri Mulyani. Ekspresi wajah,
gerakan tubuh, serta isyarat tangan yang menggambarkan bahwa sedang
mempromosikan sesuatu sambil tersenyum. Sedangkan simbol adalah gambar koin
yang berada di bawah kantong uang.
Hasil yang didapat dari interpretasi karikatur adalah adanya sebuah aksi
melawan korupsi yang dilakukan karikaturis dalam sebuah karikatur.
Kesimpulan yang didapat adalah karikaturis tidak menginginkan adanya
sistem pemerintahan atau politik yang kotor, tetapi karikaturis dan lembaga
pemerintahan yang lain menginginkan suasana baru, suasana yg lebih baik dan lebih
maju, yaitu sistem politik atau pemerintahan yg bersih.