Abstract :
ABSTRAKSI
Penelitian ini menaruh perhatian pada masalah budaya mistis Kuntilanak
yang ada dalam film ?Kuntilanak ( 2006 )? Budaya mistis ini adalah
Mistis Non-Keagamaan yang masih sering ditemukan dalam lingkup masyarakat.
Hal-hal berbau mistis non-keagamaan yang terdapat didalam film
ini antara lain; Pesugihan, Kuntilanak, pemakai durma Jawa yang memiliki
kekuatan mistis, unsur kesuraman dan ketakutan. penafsiran terhadap mimpimimpi
menurut penafsiran Jawa.
Metode dalam penelitian ini bersifat analisis semiotic, yaitu penelitian
kualitatif dengan cara merepresentasikan tanda-tanda di film ?KUNTILANAK
2006?. Semiotik film adalah ilmu yang mengkaji tanda-tanda yang terdapat
pada film ini menggunakan teori Roland Barthes mengenai mitos dan kerangka
analisis semiotik pada film menurut John Fiske. Tehnik pengumpulan
data memakai tehnik dokumentasi dan pengamatan secara langsung terhadap
beberapa scene dalam film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang benar adanya praktekpraktek,
serta pemikiran dan ideology Mistis Non-Keagamaan yang berkembang
dalam masyarakat kita. Dimana praktek-praktek dan ideology tersebut
justru meng-arahkan individu pada perbuatan-perbuatan yang jauh melenceng
dari norma ke-Tuhanan, serta kemasyrakatan dan hati nurani yang ada.
Kesimpulan yang dihasilkan dari film ini masih banyaknya budaya
mistisme yang berkembang di penjuru Nusantara dan bahwa mistisme itu
amat mempengaruhi pola pikir masyarakat kita.
Kata Kunci: Budaya Mistis dalam Film ? Kuntilanak 2006 ?