Abstract :
Perencanaan pabrik disodium phosphat dihydrat ini diharapkan dapat
berproduksi dengan kapasitas 40.000 ton disodium phosphat dihydrat/tahun dalam
bentuk kristal. Pabrik beroperasi secara kontinyu berjalan selama 24 jam tiap hari
dan 330 hari kerja dalam setahun.
Industri disodium phosphat dihydrat di Indonesia mempunyai
perkembangan yang stabil, hal ini dapat dilihat dengan kegunaan disodium
phosphat dihydrat pada industri kimia dengan produk berbentuk serbuk,
pengolahan air boiler, makanan, dan lain sebagainya. Secara singkat, uraian
proses dari pabrik disodium phosphat dihydrat sebagai berikut :
Pertama-tama soda ash direaksikan dengan asam phosphat menghasilkan
larutan disodium phosphat. Larutan disodium phosphat kemudian di filtrasi, dan
dipekatkan sampai kadar 60% untuk kemudian dikristalisasi menjadi disodium
phosphat dihydrat. Kristal kemudian dikeringkan dan didinginkan untuk
kemudian dihaluskan sampai 100 mesh sebagai produk akhir.
Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 206 orang
Sistem Operasi : Kontinyu
Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
Analisa Ekonomi :
* Massa Konstruksi : 2 Tahun
* Umur Pabrik : 10 Tahun
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 24.551.553.000
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 13.496.276.000
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 38.047.829.000
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 125.514.892.000
* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 10.757.391.000
- Steam = 406.920 lb/hari
- Air pendingin = 291 M3/hari
- Listrik = 9.024 kWh/hari
- Bahan Bakar = 3.408 liter/hari
* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 161.955.310.000
* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 190.266.457.000
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 19%
* Internal Rate of Return : 22,09%
* Rate On Investment : 21,90%
* Pay Out Periode : 4,1 Tahun
* Break Even Point (BEP) : 35,0%