Abstract :
RINGKASAN
SRI WARTINI. Program Pascasarjana Universitas Pembangunan
Nasional ?Veteran? Jawa Timur, 29 Desember 2009. Pengendalian
Mutu dan Keamanan Pangan Produk Tuna Kaleng (Studi Kasus) PT.
Blambangan Foodpackers Indonesia Muncar, Banyuwangi;
Pembimbing Utama : Prof.Dr.Ir.Moch.Sodiq,
Pembimbing Pendamping: Ir. Sri Tjondro Winarno, MM
Pada era perdagangan bebas bagi indusri pengolahan hasil
perikanan banyak mengalami masalah terkait dengan pengendalian mutu
dan keamanan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh industri
tersebut adalah menerapkan jaminan mutu dan keamanan pangan yang
tersertifikasi seperti International Organization for Standardization (ISO)
9001: 2000 dan HACCP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berdasarkan ISO 9001: 2000
dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP) berdasarkan sistem
HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) terhadap produk tuna
kaleng (canned tuna) di PT Blambangan Foodpackers Indonesia (BFPI)
Muncar, Banyuwangi.
Metode penelitian menggunakan pengambilan sampel Non
Random Sampling dengan pemilihan sumber data secara judgement
sampling. Data hasil wawancara, isian kuesioner dan pengamatan
langsung ke lapang, dianalisis menggunakan metode self assesment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. BFPI telah melakukan
pengendalian mutu dan keamanan pangan terhadap produk tuna kaleng,
dengan menerapkan SMM dan SMKP berdasarkan sistem ISO dan
HACCP. Penilaian terhadap penerapan SMM berdasarkan ISO, dari 4
manajemen terdapat 2 manajemen yang masih terpenuhi sebagian
terhadap unsur ISO, yaitu: manajemen umum (unsur: pedoman manual
mutu (quality manual), tinjauan manajemen dan audit internal/internal
audit; dan manajemen operasional/manajemen operasi dan produksi
(unsur: pengukuran dan pemantauan produk, penjagaan/pemeliharaan/
pengawetan produk, pengendalian produk yang tidak sesuai). Kemudian
penilaian terhadap penerapan SMKP berdasarkan sistem HACCP, dari 11
langkah HACCP, hanya terdapat 1 langkah yang terpenuhi sebagian yaitu
persyaratan kelayakan dasar/persyaratan dasar (prerequisite programs)
pada penerapan SSOP (Standard Sanitation Operating Procedures).