Abstract :
Kangkung (Ipomoea sp.) adalah tanaman sayuran yang dapat ditanam di dataran rendah,
maupun dataran tinggi. Tanaman tersebut merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk
kedalam famili Convolvulaceae. Tanaman kangkung dalam sistematika tumbuh-tumbuhan
klasifikasikan kedalam division magnoliophy kelas Magnoliopsida, ordo solanales, suku
Convolvulaceae, Marga Ipomoea atau keluarga kangkung-kangkungan, merupakan tanaman
yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 3 sampai 4 minggu.
Pertanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntukan yang
dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang kimia sintetis atas dunia
pertanian sekarang ini, seperti: pupuk, pestisida dan zat, perangsang tumbuh. Pertanian organik
dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian
sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup kearah
permintaan pasar.
Beberapa limbah ternak yang sering digunakan dalam budidaya sayuran adalah tenak
sapi, kambing dan kelinci. Dari masing-masing limbah ternak mempunyai kelebihan dan
kekurangan, oleh karena itu akan diteliti pengaruh terhadap pertumbuhan sayuran kangkung
darat.
Limbah ternak dalam bentuk cair lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsurunsur
di dalamnya mudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak hingga manfaatnya
lebih cepat. Pupuk cair dapat berasal dari urin ternak dan rasio penggunaan urin ternak akan
mempengaruhi kualitas unsur hara yang terkandung dalam pupuk cair.
Manfaat limbah ternak adalah untuk menambah kandungan bahan organik atau humus,
memperbaiki sifat-sifat fisika tanah terutama struktur daya serap air dan meningkatkan
kesuburan tanah dengan menambah unsur hara bagi tanaman sehingga melindungi tanah
terhadap kerusakan erosi.
Limbah kelinci serapan unsur hara tiap tanaman juga mempengaruhi produksinya, pada
tanaman sayuran muda menyerap unsur N, P2O5 dan K2O yang paling tinggi, hasil juga lebih
tinggi, sedangkan pada tanaman pakan serapan tertinggi unsur nitrogen.
Percobaan di lakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan
Nasional ?Veteran?Jawa Timur Surabaya. Percobaan ini dimulai pada bulan April sampai
dengan bulan Juni 2011.
Penelitian ini merupakan percobaan factorial yang disusun dalam Rancangan lengkap (RAL)
yang terdapat dari dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu pemberian macam urin
ternak yang terdiri atas 4 taraf, yaitu kontrol (tanpa urin =U0), Urin sapi (U1,) Urin kambing
(U2) dan Urin kelinci ( U3). Sedangkan taraf kedua adalah macam kompos yang terdiri dari 3
taraf yaitu Tanpa kompos (control = K 0), Kompos daun (K1), dan Kompos limbah kelinci (K2).
Perubah pengamatan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat meleputi :
tinggi tanaman,jumlah daun bobot segar tanaman hasil panen, panjang daun, lebar daun, jumlah
akar dan panjang akat terpanjang.
Hasil penelitian menujukkan bahwa 1) Terdapat interaksi nyata antara perlakuan macam
ternak dan macam kompos terhadap jumlah daun pada umur 16 dan 21 hst dan bobot tanaman
tanpa akar. Kombinasi perlakuan terbaik ditunjukkan oleh pemberian U2K2 (urin kambing dan
kompos limbah kelinci), sedangkan panjang daun umur 16 hst oleh pemberian U2K2.
Peningkatan jumlah daun, bobot tanaman tanpa akar dan panjang daun tanaman kangkung
darat oleh pengaruh perlakuan kombinasi U2K2 berturut-turut adalah sebesar 68 %, 16 % dan 94
% dibandingkan dengan kontrol (U0K0). 2) Urin ternak berpengaruh nyata terhadap semua
perubah pengamatan pertumbuhan dan hasil taninaman kangkung darat. Urin kambing
menghasilkan pertumbuhan yang terbaik.
Peningkatan tinggi tanaman, lebar daun, bobot segar kangkung darat umur 21 hst oleh
pengaruh perlakuan urin kambing (U2) berturut-turut adalah sebesar 27.63 %, 43 % dan 23 %
dibandingkan dengan kontrol. 3) Kompos berpengaruh nyata terhadap semua perubah
pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Kompos limbah kelinci menghasilkan
pertumbuhan yang terbaik.
Peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, akar terpanjang, bobot akar, bobot segar
kangkung darat umur 21 hst oleh pengaruh pemberian kompos limbah kelinci (K2) berturu-turut
adalah sebesar 96 %, 84 % ,99%, 60 % dan % 23 dibandingkan dengan kontrol.