Abstract :
ABSTRAKSI
FANDI AHMAD, OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG KEPOLISIAN
PASCA PEMBERITAAN TENTANG BRIPTU NORMAN KAMARO DI TELEVIS.
Beberapa pekan belakangan ini, Seperti yang sedang ramai di beritakan saat ini adalah
adanya berita di koran, internet, televisi maupun radio yang menyajikan informasi tentang
fenomena Briptu Norman Kamaru, Anggota Brimob Gorontalo yang ngetop belakangan ini lewat
aksi lipsync-nya. Beberapa media memberitakan fenomena ini dengan begitu seringnya
sehingga citra kepolisian terangkat ke media. Dengan adanya pemberitaan ini akan menjadi
jembatan bagi lembaga kepolisian untuk mencitrakan dirinya, sebagai lembaga yang berbeda
dimasyarakat. Momen Inilah yang coba ditangkap oleh Humas atau Public Relation (PR)
lembaga Kepoliosian untuk mencari kepercayaan masyarakat.
Briptu Norman yang saat ini menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia, peristiwa ini dapat
berdampak yang positif bagi citra polisi dan fenomena yang tidak lazim di tengah image yang melekat
selama ini dalam tubuh anggota dan institusi kepolisian. Ketika video ini di ketahui banyak petinggi
kepolisian memberitakan bahwa kejadian tersebut akan mendapatkan sanksi yang cukup berat bagi Briptu
Norman karena melalukan aksi tersebut dengan baju seragam. Akan tetapi seiring dengan banyaknya
dukungan yang mengalir dari masyarakat keputusan itu tidak jadi terlaksana. peristiwa inilah yang dicoba
kepolisian untuk mengubah citra buruk di masyarakat menjadi lebih baik yang dulu seakan ? akan
kepolisian itu bukan pelindung tapi ditakuti keberadaanya
Landasan teori yang digunakan yaitu Teori S-O-R (Stimulus-Organisme-Respon). Peneliti
ini menganalisis fenomena tersebut mengacu pada komponen opini yang terdiri dari : komponen
negatif (kecenderungan tidak mendukung), komponen Netral mengetahui tentang pemberitaan.
Tetapi tayangan tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi mereka. Tayangan tersebut hanya
dijadikan sebagai tambahan pengetahuan dan informasi. komponen Positif (Kecenderungan
berperilaku mendukung apa yang dilakukan).
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metodelogi kuantitatif
khususnya survey deskriptif dimana jenis survey ini digunakan untuk menggambarkan
(mendeskripsikan) populasi yang sedang diteliti. Dan penarikan sample dengan menggunakan
teknik Twostage Cluster Random Sampling .
Dari analisis dan interpretasi data yang telah diuraikan pada bab IV maka dapat
disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) aspek opini yang mendasari pemirsa untuk menyaksikan
pemberitaaan tentang Briptu Norman Kamaro, yaitu Aspek Negatif, aspek Netral, Aspek Positif.
Dari keseluruhan opini tersebut diketahui dari ketiganya semua pada kategori Positif.
Kata Kunci : Opini, Lembaga Kepolisian, Pemberitaan, Briptu Norman Kamaro, Di
Televisi.