Abstract :
Penelitian ini didasarkan atas fenomena permasalahan meningkatnya jumlah
perokok pada setiap tahunnya. Dan kematian pada tahun 2020 akan meningkat dua kali
jika kebiasaan konsumsi rokok terus bertamabah pada setiap tahun. Usaha Pemerintah
dalam mengatasi masalah ini adalah dengan membuat pesan peringatan bahaya merokok
pada label bungkus rokok, spaanduk, dan iklan di televisi maupun di media cetak.akan
tetapi, masih banyak para perokok yang mengabaikan pesan peringatan tersebut. Dan
teteap memilih untuk merokok padahal secara pengetahuan mereka paham dari makna
pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana sikap Mahasiswa
perokok terhadap pesan peringatan bahaya merokok
Teori yang digunakan yaitu meliputi teori sikap, dan teori S-O-R, Teori
Disonansi Kognitf.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan analisis tipe
deskriptif. Untuk mengetahui sikap, digunakan pengukuran yang dinyatakan oleh total
skor pernyataan responden mengenai sikap mahasiswa perokok terhadap pesan
peringatan bahaya merokok. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan kuesioner dari populasi Mahasiswa Surabaya yang merokok. Dan terpilih
100 orang dan sampel diperoleh melalui claster random sampling dengan metode
analisis data menggunakan distribusi frekuensi.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden sebenarnya secara
pengetahuan mereka memahami isi pesan peringatan bahaya merokok. Tetapi, mereka
mengambil sikap untuk mengabaikan pesan larangan tersebut, untuk tetap merokok.
Sebenarnya Responden yang tidak konsisten cenderung mengalami kecemasan akan
kesehatannya akibat mengkonsumsi rokok secara aktif. Maka untuk mengurangi
kecemasan tersebut, mereka mengambil tindakan yang mendukung mereka untuk tetap
merokok seperti olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan empat sehat lima
sempurna, banyak minum air putih, dan lain-lain