Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
MERRY , PRAMESTA WIRAYANTI
Subject
BF Psychology
Datestamp
2011-11-16 09:09:25
Abstract :
Film Pasir Berbisik menceritakan perjuangan perempuan melawan
keterikatn pada hubungan kekuasan yang menempatkan kedudukan yang lebih
rendah dari pada laki ? laki. Nilai, mitos, dan norma yang berkembang melali proses
sosialisasi dalam keluarga maupun masyarakat pada umumnya sangat tidak
menuntungkan posisi perempuan dalam sebuah relasi gender.
Kajian ini bertujuan menginterpretasikan atau memahami makna symbol ?
symbol dalam gambar film Pasir Berbisik dengan menggunakan teori John Fiske
dimana ia menganalisis berdasarkan system realitas, representasi, dan ideology yang
mengarahkan pada makna ? makna cultural yang melibatkan symbol ? symbol,
histories, dan hal yang berhubungan dengan emosional, sehingga tafsiran makna
yang tersurat dan tersirat dalam film Pasir Berbisik dapaat dihasilkan.
Pengambilan keputusan yang tidak rasional banyak digambarkan dalam film
ini, yakni ketika seorang gadis harus aborsi karena takut ketahuan orang tuanya dan
dari laki laki yang menghamili tidak mau bertanggung jawab. Pada penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode semiotik. Pendekatan
semiotikyang dikemukakan oleh John Fiske dengan analisis sinema film (grammar
and tv culture) melalui level realitas, level representasi, dan level ideology.
Peran ? peran produktif yang tecermin dalam film ini, ketika muncul
kesatuan seksual yaitu lingkungan yang tak berujung, perempuan dikodratkan untuk
hamil dan melahirkan. Secara social perempuan adalah nomor dua dibawah laki ?
laki, secara spiritual dia menerima dan mendukung laki ? laki.
Film Indonesia merepresentasikan perempuan dalam perannya yang
tergantung pad laki ? laki dan film Indonesia harus dpat mengubah stereotype
tersebut. Meskipun gambaran perempuan dalam film Indonesia yang hanya ada
pada dua titik ekstrim yaitu lemah dan perkasa. Mungkin lebih disebabkan oleh
?miskin?nya pola pikir tentang pemahaman tentang realitas, tak mengenal konsep
perubahan dan lebih menikmati terhadap apa yang ada didalam benaknya sendiri.
Hasil temuan data menyimpulkan bahwa dalam Film Pasir Berbisi
perempuan digambarkan sebagai sosok yang mandiri. Digambarkan sosok Berlian
yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari ? hari dan sekaligus menjadi
kepala rumah tangga.
Di dalam film ini sosok laki ? laki hanya digambarkan sebagai subjek yang
dijadikan pemuas nafsu, pemunculan karakter laki ? laki menambah stereotype
bahwa kaum laki ? laki dapat berbuat apa saja demi tersalurkan semua
keinginannya.