Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena-fenomena yang terjadi di
masyarakat Indonesia khususnya Surabaya sekarang tidak sedikit perilakunya
yang mengandung pergeseran budaya. Sekarang bisa dikatakan perempuan lebih
memiliki sifat yang lebih agresif dari pada lelaki, hal ini bisa diperlihatkan dari
pencarian jodoh. Dahulu perempuan cenderung berdiam diri di rumah untuk
menunggu seorang pria untuk datang dan cenderung pria yang mencari
perempuan untuk dijadikan istri, tetapi pada zaman sekarang budaya tersebut
sudah bergeser hal tersebut terjadi karena pada sekarang ini perempuan tidak
segan-segan untuk mencari jodohnya, yang dahulunya berdiam diri di rumah
untuk didatangi oleh seorang pria sekarang perempuan cenderung mencari-cari
seorang pria di luar tanpa segan untuk menjadikannya seorang kekasih. Padahal
pada zaman dahulu hal tersebut bisa dikatakan hal yang tabu atau tidak wajar
untuk dilakukan oleh seorang perempuan.
Metode yang digunakan adalah studi analisis deskriptif kualitatif. Disini
metode kualitatif menggunakan teori atribusi, teori atribusi dikemukakan untuk
mengembangkan penjelasan mengenai cara-cara kita menilai seorang berlainan,
bergantung pada makna, apa yang kita kaitkan pada perilaku tertentu, dalam hal
ini peneliti menilai Persepsi Perempuan Surabaya Terhadap Peserta Perempuan
Di Dalam Tayangan Acara ?Take Him Out Indonesia? Di Indosiar.
Teknik pengumpulan data menggunakan 2 cara yakni wawancara
mendalam dan teknik observasi, kemudian mengkategorikan wawancara kedalam
sub-topik, dan menarik Kesimpulan.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan menunjukkan
bahwa persepsi yang diberikan informan cenderung menerima adanya pergeseran
budaya di Indonesia, karena cara berpikir perempuan Surabaya sekarang ini juga
mengikuti dengan adanya perkembangan zaman. Tetapi para peserta peremuan
dalam tayangan ?Take Him Out Indonesia? di Indosiar harus tetap berada dalam
norma budaya Indonesia.