Abstract :
Kecelakaan kerja adalah peristiwa yang tidak di inginkan atau diharapkan,
tidak diduga, tidak sengaja terjadi dalam hubungan kerja, yang umumnya
diakibatkan oleh berbagai faktor, meliputi peristiwa kebakaran, penyakit akibat
kerja serta pencemaran pada lingkungan kerja.
PT. Bambang Djaja adalah perusahaan industri yang bergerak di bidang
pembuatan transformator, berlokasi di jalan Rungkut industri III No.56 Surabaya.
Dalam lingkungan industri khususnya di PT. Bambang Djaja, masih sering terjadi
kecelakaan kerja yang mengancam seperti salah satu pegawai mengalami
kecelakaan kerja yaitu tangan yang masuk dalam mesin menyebabkan luka, dan
bengkak pada bagian sikunya dan juga salah satu pegawai terganggu pernafasan
dikarenakan pada saat melakukan pengecatan menggunakan spray pegawai
tersebut tidak menggunakan APD ( alat pelindung diri ) yaitu masker hidung yang
berguna sebagai filter udara pada saat bernafas serta masih ada lagi beberapa
kecelakaan kerja yang terjadi di PT.
Atas dasar inilah yang akhirnya menciptakan gagasan untuk melakukan
identifikasi potensi bahaya (hazard) yang timbul di PT. Bambang Djaja, sehingga
dapat diketahui hazard (potensi bahaya) yang mempunyai nilai risiko paling
tinggi (high risk) sampai hazard yang mempunyai nilai risiko paling rendah (low
risk). Dengan demikian dapat dilakukan penanganan yang tepat sebagai usaha
untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dikemudian hari.
Hasil penelitian ini adalah pencapaian implementasi program K3 di PT.
Bambang Djaja sebesar 84.9 %, sehingga termasuk dalam kategori Kuning . Level
/ tingkat implementasi program K3 di PT. Bambang Djaja berada pada level 3
(hati-hati). Adapun analisa terhadap potensi bahaya yang menempati prioritas
teratas, yaitu Masalah pada saat membersihkan mesin, Kewaspadaan pekerja,
Masalah ketinggian dan Permasalahan bahaya zat kimia. Adapun analisa terhadap
potensi bahaya yang menempati prioritas teratas, yaitu Masalah pada saat
membersihkan mesin, Kewaspadaan pekerja, Masalah ketinggian dan
Permasalahan bahaya zat kimia.