Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Tigor Ferdiansyah , Kuncoro
Subject
P99 Semiotics. Signs and symbols
Datestamp
2011-11-17 06:50:07
Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada kurangnya pemahaman dan penjelasan
akan stereotip laki-laki dalam masyarakat terutama di Indonesia. Iklan Nescafe
Classic ini menyajikan gambaran lain akan stereotip laki-laki yang seharusnya
masyarakat pahami dan mengerti. Penggambaran berbeda dari stereotip laki-laki
dijabarkan dalam iklan ini. Iklan dalam media massa itu menyampaikan pesan
tertentu kepada masyarakat. Penelitian ini dilakukan unutk mendeskripsikan
representasi stereotip laki-laki dalam iklan tersebut.
Stereotip laki-laki sangat identik dengan hal-hal yang berkaitan dengan
kegiatan, kepribadian dan ciri laki-laki itu sendiri. Sebagai landasan teori,
penelitian ini menggunakan pendekatan Semiotik John fiske, iklan televisi,
Macho, Maskulinitas, Periklanan sebagai bentuk Komunikasi Massa, penggunaan
warna dalm iklan, komunikasi non verbal, representasi.
Penelitian ini, merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan
menggunakan metode semiotik. Korpus penelitian adalah iklan kopi Nescafe
Classic versi Rasa lebih Hitam 5 scene. Data analisi dalam penelitian ini melalui 3
level yakni level realitas menekankan pada unsur penampilan, kostum, make-up,
setting dan gerak tubuh. Level representasi yang berunsur pada teknik kamera,
editing, pencahayaan dan suara. Level ideologi merupakan perngorganisasian
dalam kesatuan dan penerimaan sosial seperti individualisme patriarki, umur, ras,
pluralisme, dan sebagaianya.
Dari data yang dianalisis peneliti menemukan representasi stereotip lakilaki
yang berbeda dalam iklan Nescafe Classic. Perbedaan representasi
itudigambarkan sebagai bentuk dan ciri laki-laki yang sebenarnya bukan bentuk
stereotip laki-laki pada umumnya. Laki-laki yang digambarkan dalam iklan itu
memiliki kemampuan sebagai kepribadian, ciri dan karekter stereotip laki-laki
secara umum. Karena kegiatan dan alat yang digunakan menunjang mereka untuk
menjadikan mereka dalam stereotip laki-laki.