Abstract :
Hampir setiap tahun dimusim penghujan terjadi banjir pada Kali Bangiltak dan Kali
Wrati yang disertai gerusan tebing dan putusnya tanggul dibeberapa tempat yang
mengakibatkan timbulnya genangan banjir di beberapa tempat di wilayah Kabupaten
Pasuruan yang mengganggu kegiatan perekonomian di daerah tersebut. Hal ini
melatar belakangi perlunya dilakukan perencanaan pengendalian banjir pada kali
tersebut, dengan tujuan untuk meminimalisasi kerugian akibat banjir. Metode analisis
yang di pakai adalah metode analisis perhitungan hidrologi dan hidrolika. Dengan
bantuan program HEC-RAS 4.0, besar kemampuan penampang sungai pada kondisi
eksisting dapat diketahui. Pada Kali Wrati mampu menampung ± 5,5 m³/dt, Kali
Bangiltak ± 20 m³/dt dan pada Kali Bangiltak 2 sebesar ± 25,85 m³/dt.Setelah
dilakukan analisa hidrologi dan hidrolika dengan bantuan program HEC-RAS 4.0
terbukti bahwa Kali Bangiltak dan Kali Wrati secara teknis penampang pada kondisi
eksisting tidak mampu menampung luapan air yang terjadi, sehingga perlu dilakukan
perbaikan terhadap Kali Bangiltak dan Kali Wrati.Dari hasil analisa dengan
menggunakan program HEC-RAS 4.0 didesain dengan menggunakan banjir kala
ulang 10 tahun didapat bahwa cara normalisasi dimensi saluran Kali Bangiltak dan
Kali Wrati dengan menggunakan double trap, perencanaan untuk Kali Wrati
direncanakan Q = 100,24 m3/dt, V = 1,52 m/dt, b = 32 m, h = 1,84 m, I = 0,00098,
z = 1:0,5, n = 0,03; Kali Wrati2 direncanakan Q = 190,972 m3/dt, V = 1,39 m/dt,
b = 35 m, h = 3,31 m, I = 0,00038, z = 1: 0,5, n = 0,03; Kali Wrati3 direncanakan
Q = 193,472 m3/dt, V = 1,17 m/dt, b = 40 m, h = 3,51 m, I = 0,00025, z = 1: 0,5,
n = 0,03; Kali Bangiltak direncanakanQ = 390 m3/dt, v = 1,22 m/dt, b = 90 m,
I = 0,00028, h = 3,31 m, z = 1: 0,5, n = 0,03; Kali Bangiltak2 direncanakan
Q = 583,472 m3/dt, V = 1,40 m/dt, b = 95 m, h = 4,06 m, I = 0,00028, z = 1: 0,5,
n = 0,03.
Kata kunci : banjir, normalisasi, program HEC-RAS 4.0