Abstract :
Perencanaan pabrik kitosan ini diharapkan dapat berproduksi dengan
kapasitas 10.000 ton/tahun dalam bentuk padat. Pabrik beroperasi secara kontinyu
berjalan selama 24 jam tiap hari dan 330 hari kerja dalam setahun.
Industri kitosan di Indonesia mempunyai perkembangan yang stabil, hal
ini dapat dilihat dengan berkembangnya industri bio-kimia, terutama kebutuhan
polyurethene sebagai bahan penyembuh pada bidang kesehatan, sebagai media
flokulasi pada bidang pengolahan air industri, dan sebagai bahan pengawet
pengganti formalin pada industri pengawet bahan makanan. Secara singkat, uraian
proses dari pabrik kitosan sebagai berikut :
Pertama-tama kitin direndam pada larutan NaOH sehingga terjadi
deasetilasi kitin menjadi kitosan. Kitosan kemudian difiltrasi, dicuci dengan
penambahan acetone dan kemudian dipisahkan dari natrium asetat sebagai
produksamping. Kitosan kemudian dikeringkan, didinginkan dan dihaluskan
sampai 100 mesh sebagai produk akhir.
Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 194 orang
Sistem Operasi : Kontinyu
Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
Analisa Ekonomi :
* Massa Konstruksi : 2 Tahun
* Umur Pabrik : 10 Tahun
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 24.590.923.000
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 4.701.204.000
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 29.292.127.000
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 34.006.668.000
* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 4.766.719.000
- Steam = 105.504 lb/hari
- Air pendingin = 66 M3/hari
- Listrik = 6.048 kWh/hari
- Bahan Bakar = 1.368 liter/hari
* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 56.414.445.000
* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 77.115.026.000
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 19%
* Internal Rate of Return : 26,82%
* Rate On Investment : 24,76%
* Pay Out Periode : 3,6 Tahun
* Break Even Point (BEP) : 33%