Abstract :
Perencanaan pabrik tepung tapioka ini diharapkan dapat berproduksi
dengan kapasitas 35.000 ton tepung tapioka/tahun dalam bentuk solid. Pabrik
beroperasi secara kontinyu berjalan selama 24 jam tiap hari dan 330 hari kerja
dalam setahun.
Kegunaan terbesar dari tepung tapioka adalah pada bidang industri
makanan, dimana tepung tapioka berfungsi sebagai bahan baku pembuatan
berbagai macam roti. Tepung tapioka digunakan pada industri kimia sintesa dan
industri pelarut organik dan resin berbasis pati singkong di Indonesia. Secara
singkat, uraian proses dari pabrik tepung tapioka sebagai berikut :
Pertama-tama singkong dibersihkan dari kotoran, kemudian dengan air
singkong dicuci. Singkong kemudian dihaluskan . Setelah dihaluskan, diperoleh
starch singkong. Starch singkong dipisahkan sehingga diperoleh pati singkong
kemudian dikeringkan dan dihaluskan sebagai produk akhir tepung tapioka.
Pendirian pabrik berlokasi Ponorogo dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 164 orang
Sistem Operasi : Kontinyu
Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
Analisa Ekonomi :
* Massa Konstruksi : 2 Tahun
* Umur Pabrik : 10 Tahun
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 291.658.957.763
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 39.771.676.059
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 331.430.633.821
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 137.784.602.441
* Internal Rate of Return : 20 %
* Rate On Investment : 27 %
* Pay Out Periode : 2 Tahun
* Break Even Point (BEP) : 30,25 %