Abstract :
Perencanaan pabrik tepung maizena ini diharapkan dapat berproduksi
dengan kapasitas 60.000 ton/tahun dalam bentuk padat. Pabrik beroperasi secara
kontinyu berjalan selama 24 jam tiap hari dan 330 hari kerja dalam setahun.
Industri tepung maizena di Indonesia mempunyai perkembangan yang
stabil, hal ini dapat dilihat dengan berkembangnya industri pertanian, terutama
produksi jagung di Indonesia. Pendirian pabrik tepung maizena di Indonesia
mempunyai peluang investasi yang menjanjikan dan mempunyai profitabilitas
yang tinggi. Secara singkat, uraian proses dari pabrik kitosan sebagai berikut :
Pertama-tama biji jagung dicuci dan kemudian dimasak dengan hembusan
gas sulfur dioxide. Biji jagung kemudian dihaluskan dan dicuci kembali untuk
kemudian maizena dipisahkan dari germ, dan gluten. Maizena padat kemudian
dikeringkan pada dryer dan kemudian dihaluskan dengan roll mill sehingga
menjadi produk akhir tepung maizena.
Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 210 orang
Sistem Operasi : Kontinyu
Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
Analisa Ekonomi :
* Massa Konstruksi : 2 Tahun
* Umur Pabrik : 10 Tahun
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 37.358.649.000
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 13.323.607.000
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 50.682.256.000
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 104.213.704.000
* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 7.011.344.000
- Steam = 144.522 lb/hari
- Air pendingin = 104 M3/hari
- Listrik = 8.568 kWh/hari
- Bahan Bakar = 2.040 liter/hari
* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 159.883.285.000
* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 212.680.566.000
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 13,5%
* Internal Rate of Return : 43,66%
* Rate On Investment : 42,66%
* Pay Out Periode : 2,4 Tahun
* Break Even Point (BEP) : 26%