Abstract :
Keahlian investor dalam memprediksi kondisi financial distress
merupakan faktor yang paling penting sebelum melakukan investasi atau
menanamkan modal pada suatu perusahaan karena dengan mengetahui kondisi
financial distress suatu perusahaan sejak dini, maka dapat dilakukan tindakan
untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Sehingga
potensi kerugian yang dihadapi investor dapat diminimalisir.
Penelitian ini berguna untuk menguji kemampuan rasio Likuiditas (CR,
QR), Efisiensi (AT), Profitabilitas (ROA, ROI, NPM, GPM), dan Financial
Lavarage (DR) dalam memprediksi propabilitas munculnya kondisi financial
distress pada perusahaan manufaktur yang go public. Sampel penelitian ini
berjumlah 102 perusahaan yang terdiri dari periode observasi 2006-2008 dengan
rincian 80 perusahaan yang mengalami kondosi non-financial distress dan 22
perusahaan yang mengalami financial distress. Periode estimasi dalam penelitian
ini adalah tahun 2004 sampai dengan 2006. Penelitian ini berlandaskan
pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik prediksi keanggotaan
kelompok yang melakukan pengujian secara statistik terhadap hipotesis penelitian
dilakukan dengan menggunakan regesi logistik metode Backward Stepwise
dengan bantuan program SPSS.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio
keuangan tidak dapat digunakan untuk memprediksi kondisi financial distress
pada perusahaan manufaktur yang go public. Hal ini berdasarkan pada pengujian
hipotesis step 1 sampai step 8 yang menunjukkan nilai signifikansinya lebih besar
dari 0,05, sehingga secara keseluruhan menolak H1 dan menerima H0.