Abstract :
Buah labu kuning merupakan jenis tanaman sayuran yang dapat
dimanfaatkan untuk berbagai jenis makanan. Buah labu kuning (Cucurbita
moschata Duch.) bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari Amerika
Tengah dan Meksiko Selatan. Kemudian menyebar ke berbagai negara beriklim
tropis di Asia seperti Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan Indonesia yang
dikenal dengan nama waluh
Labu kuning memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap yakni
karbohidrat, protein, dan vitamin-vitamin. Karena kandungan gizinya yang
cukup lengkap ini, labu kuning dapat menjadi sumber gizi yang sangat potensial
dan harganya pun terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkannya. Labu
yang sudah diiris mempunyai daya simpan yang jauh lebih rendah dibanding
dalam keadaan utuh sehingga perlu dipikirkan cara pengolahannya agar tidak
mengalami kerusakan. Salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan adalah
dengan mengolahnya menjadi tepung.
Pada penelitian ini telah dilakukan pengolahan buah labu kuning menjadi
tepung melalui proses pengeringan dengan sinar matahari hingga kering. Tepung
yang dihasilkan dianalisis secara kuantitatif meliputi: analisis kadar karbohidrat
dengan metode Luff Schoorl, analisis kadar protein dengan metode kjedahl,
analisis kadar lemak, analisa kadar serat, kadar air, dan kadar abu. Hasil
penelitian diperoleh rendemen tepung labu kuning 10,49% dengan kadar
karbohidrat 14,22%, kadar protein 10,12%, kadar lemak 4,87%, kadar serat
10,28%, kadar air 11,88%, dan kadar abu 7,73%. Dengan kandungan gizi yang
cukup tinggi maka tepung labu kuning dapat digunakan sebagai bahan tambahan
dalam industri makanan untuk mengurangi penggunaan tepung terigu.