Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
ANDRODION , GONADI KRUSANTO
Subject
T55.4 Industrial engineering. Management engineering
Datestamp
2012-02-20 07:32:20
Abstract :
Ketatnya persaingan dalam dunia industri semakin memacu perusahaan
manufacturing untuk meningkatkan terus menerus hasil produksinya dalam bentuk
kualitas, harga, jumlah produksi, pengiriman tepat waktu, dengan tujuan yang lebih nyata
adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan. Usaha yang nyata dalam suatu produksi
barang adalah mengurangi pemborosan yang tidak mempunyai nilai tambah dalam
berbagai hal termasuk penyediaan bahan baku, lalu lintas bahan, pergerakan operator,
pergerakan alat dan mesin, menunggu proses, kerja ulang dan perbaikan. Ide utamanya
adalah pencapaian secara menyeluruh efisiensi produksi dengan mengurangi pemborosan
yang pada akhirnya adalah meningkatkan daya saing perusahaan itu sendiri.
PT. X adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri keramik.
Peluang pasar yang masih besar membuat perusahaan ini selalu meningkatkan jumlah
produksinya dari waktu kewaktu, akan tetapi banyaknya faktor kendala yang dihadapi
oleh perusahaan tersebut misal produksi berlebih yang disebabkan karena
memproduksi lebih dari kebutuhan pelanggan, transportasi yang disebabkan
perpindahan produk jadi (keramik) ke gudang produk jadi yang jaraknya terlalu
jauh, menunggu dan kecacatan yang masih banyak terjadi yaitu keramik pecah,
ratak dan seding (permukaan keramik tidak rata) yang membuat jalannya produksi
kurang begitu maksimal.
Tujuan dilakukan penelitian di PT. X adalah untuk mengidentifikasi aktivitas
secara keseluruhan menggunakan Big Picture Mapping, Value Stream Analysis Tools
(VALSAT) dan menganalisa penyebab pemborosan yang ada selama proses produksi
denan Fish Bone Chart dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode
FMEA (Failure Mode Effect and Analysis) untuk mengurangi waste yang ada pada proses
produksi.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa waste terbesar adalah Defect (4,57)
dan waste terkecil adalah motion (0,86) dengan kegiatan Value Added 76,19% dengan
waktu aktivitas 63,35%. Kegiatan Non Value Added 7,14% dengan waktu aktivitas
16,46%. Kegiatan Necessary but Non Value Added 16,60% dengan waktu aktivitas
20,19% dan usulan perbaikan Peningkatan faktor kontrol pada setiap pekerja,
pemberian visual control dan melakukan preventive maintenance. Penambahan
tenaga kerja (terutama pada proses packaging), dan pengaturan ulang tata letak stasiun
kerja . Koordinasi antar bagian ditingkatkan, standard produksi harus jelas dan
pembenahan metode kerja. Pembenahan tata letak/layout pabrik, perawatan alat
transportasi untuk pemindahan barang ditingkatkan dan penambahan alat transportasi
untuk pemindahan barang. Lebih teliti dalam mengontrol bahan baku dan pembaharuan
metode kerja. Mengadakan pelatihan pada tenaga kerja, maintenance alat/mesin harus
ditingkatkan, mematuhi peraturan SOP dan pemberian visual control. Pembenahan
fasilitas dan layout kerja dan memberikan metode kerja yang benar pada operator.
Kata kunci : Lean manufacture,Pemborosan, BPM, VALSAT, Fish bone chart,
FMEA