Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
ANGGARA , PRASANDYA BARADITA
Subject
T55.4 Industrial engineering. Management engineering
Datestamp
2012-02-20 07:52:38
Abstract :
Kualitas merupakan rangkaian keseluruhan karakterstik dan
keistimewaan dari suatu produk atau jasa dalam memuaskan sebagian atau
keseluruhan kebutuhan dari konsumen. Konsumen sebagai pemakai produk
semakin kritis dalam memilih atau memakai produk oleh karena itu keadaan ini
mengakibatkan peranan kualitas semakin penting.
Permasalahan di PT. Wangta Agung ini adalah masih terjadinya defect
produk Sepatu boot. Akibat relatif tingginya tingkat defect ini sangat
mempengaruhi kualitas Sepatu boot oleh karena itu perlu adanya pengendalian
kontrol kualitas yang diintegrasikan dengan Six Sigma DMAIC yang bertujuan
sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan perusahaan saat ini.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor
yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas Sepatu boot sehingga
nantinya secara optimal jumlah defect yang terjadi dapat ditekan dengan
seminimal mungkin (zero defect). Untuk pengendalian kualitas Sepatu boot
digunakan metode Six Sigma dengan cara menganalisa dari Sepatu boot yang
dihasilkan sehingga nantinya didapatkan baseline kinerja tingkat output yang
menggambarkan tingkat DPMO serta Nilai Sigma Quality Level (SQL) selama
enam bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya tingkat DPMO pada sepatu
boot adalah terdapat pada bulan April 2011 sebesar DPMO = 17.500 dengan nilai
SQL sebesar 3,608 berarti kualitas produk sepatu boot pada bulan ini masih jauh
untuk mencapai zero defect karena memiliki persentase kecacatan sebesar 1,75%.,
sedangkan untuk tingkat DPMO yang terkecil terjadi pada bulan Juli 2011 dengan
DPMO = 9.770 dan nilai SQL = 3,835. Produk Sepatu boot selama bulan April
2011 ? September 2011 memiliki tingkat DPMO sebesar 13.640 dengan nilai SQL
sebesar 3,707. Dari penghitungan nilai pada tabel FMEA, maka didapatkan
prioritas utama dalam perbaikan adalah pada faktor manusia dengan RPN = 180
dengan memberikan usulan perbaikan Memberikan training kepada operator dan
pengarahan kepada operator agar lebih disiplin dan teliti dalam menjalankan
proses produksi.
Keywords : Defect, Six Sigma DMAIC, Baseline, DPMO ,Sigma Quality Level
(SQL), FMEA