Abstract :
Seorang auditor dalam proses audit memberikan opini dengan judgement yang
didasarkan pada kejadian masa lalu, sekarang dan akan datang. Hogart (1992) dalam
Jamilah dkk (2007) mengartikan judgement sebagai proses kognitif yang merupakan
perilaku pemilihan keputusan. Judgement merupakan suatu proses yang terus
menerus dalam perolehan informasi. Kuantitas informasi yang akan diperoleh auditor
dalam suatu pekerjaan audit sangatlah kompleks. Banyaknya jumlah informasi yang
harus diproses dan tahapan pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan
sebuah pekerjaan mengindikasikan tingkat kompleksitas tugas yang sedang dihadapi
oleh auditor. Suatu judgement diperlukan untuk menyeleksi informasi. Informasi
tersebut agar dapat diproses lebih lanjut secara efektif dan efisien. Selain itu untuk
menyelesaikan sebuah pekerjaan audit, auditor dituntut untuk memiliki keahlian
(expertise), yang terdiri dari unsur pengalaman dan pengetahuan baik yang bersifat
umum maupun yang khusus, yang meliputi pengetahuan area auditing, akuntansi, dan
karakteristik yang dimiliki oleh kliennya. Pengetahuan yang memadai mengenai
karakteristik yang dimiliki perusahaan akan mempengaruhi pandangan auditor
terhadap bukti atau informasi yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui serta menganalisa secara empiris sejauh mana pengaruh tekanan ketaatan,
kompleksitas tugas dan keahlian audit terhadap audit judgement
Sampel yang digunakan dalam penelitan ini 30 Kantor Akuntan Publik (KAP)
di Surabaya, Sedangkan sumber data yang digunakan berasal dari jawaban kuisioner
yang disebar pada 30 responden dan kuesioner tersebut terdiri dari 27 item pernyataan
yang dibagi menjadi 4 bagian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan
teknik analisis regresi linier berganda dengan alat bantu komputer, yang
menggunakan program SPSS. 16.0 For Windows
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 yang menyatakan
bahwa tekanan ketaatan, kompleksitas tugas, dan keahlian audit berpengaruh
signifikan terhadap audit judgement, teruji kebenarannya dan hipotesis 2 yang
menyatakan bahwa kompleksitas tugas berpengaruh paling dominan terhadap audit
judgement, teruji kebenarannya.