Abstract :
Penelitian ini menguji apakah terdapat hubungan positif antara konflik
bondholders ? shareholders terhadap penerapan konservatisme akuntansi.
Konflik bondholders ? shareholders timbul karena kekhawatiran bondholders
bahwa perusahaan tidak dapat untuk melunasi hutang yang jatuh tempo karena
jumlah aktiva tidak mencukupi. Salah satu sumber tidak mencukupinya aktiva
adalah karena adanya overpayment dividen kepada shareholders. Salah satu
alternative dalam mencegah overpayment dividen adalah dengan menerapkan
akuntansi konservatif.Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan
Manufacture yang menyajikan laporan keuangan serta membagikan deviden di
Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2004?2008 yang berjumlah 11
perusahaan. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu rasio
keuangan yang terdiri dari Return on Assets (X1), Dividend Policy (X2), Leverage
(X3), Size (X4) serta variabel terikatnya adalah Konservatisme Akuntansi (Y).
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
purposive sampling. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
regresi linier berganda dengan menggunakan Uji Kecocokan Model (F) dan Uji t
untuk menguji hipotesis yang diajukan.Hasil Uji F menunjukkan bahwa model
yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Rasio Return on Assets, Rasio
Dividend Policy, Rasio Leverage dan Size terhadap penerapan konservatisme
akuntansi adalah signifikan, sehingga hipotesis yang diajukan teruji
kebenarannya. Berdasarkan hasil analisis Uji t dapat disimpulkan bahwa Rasio
Return on Assets, Rasio Dividend Policy, Rasio Leverage tidak signifikan
terhadap penerapan konservatisme akuntansi. Rasio Size berpengaruh signifikan
negative terhadap return saham konservatisme akuntansi.