Abstract :
Sapu lantai merupakan salah satu alat kebersihan yang masih sederhana,
yang terdiri dari gagang sapu yang terbuat dari kayu, lakop sapu dan rambut sapu.
Pengguna sapu pada umumnya menggenggam bagian ujung, setengah, atau tiga
per empat dari panjang sapu. Jika sapu yang digunakan lebih pendek daripada
penggunanya, maka pengguna cenderung menyapu dengan posisi kerja
membungkuk dan menggenggam ujung sapu. Sedangkan dalam ilmu ergonomi,
posisi kerja yang benar ialah posisi tubuh tetap tegak agar kerangka tubuh dapat
menopang tubuh dengan tepat. Dalam fungsinya, seringkali pengguna sapu
menggunakannya sebagai alat pembersih sarang laba ? laba di atap rumah dengan
bantuan sebuah kursi yang dinilai sangat tidak efektif.
Pengertian umum tentang Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang
sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan
dan keterbatasan manusia merancang suatu sistem kerja, sehingga manusia dapat
hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang
diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Fokus dari
ergonomi adalah manusia dan interaksinya dengan produk, peralatan, fasilitas,
prosedur dan lingkungan dan pekerja serta kehidupan sehari-hari dimana
penekanannya adalah pada faktor manusia.
Konsep perancangan dan pengembangan produk inovasi sapu lantai
multifungsi ini mengacu pada konsep ergonomis, dimana adanya modifikasi
gagang sapu yang bisa diperpanjangpendekkan sesuai dengan kebutuhan
penggunanya dan lakop (kepala) sapu yang lebih lebar. Spesifikasi akhir desain
produk inovasi sapu lantai, yaitu dimensi panjang 99 cm, diameter 2,7 cm, lebar
lakop sapu 39 cm, gagang berbahan aluminium, lakop (kepala) sapu berbahan
aluminium dan rambut sapu berbahan ijuk.
Kata Kunci : Desain Produk, Ergonomis, dan Multifungsi