Abstract :
PT. Varia Usaha Beton bergerak dibidang industri manufaktur dengan hasil
produksinya berupa Paving dan Genteng. Untuk menjaga agar kualitas produk
tetap terjaga, maka PT. Varia Usaha Beton senantiasa berupaya untuk melakukan
perubahan dan peningkatan khususnya pada keandalan mesin. Permasalahan yang
dihadapi adalah kerusakan yang terjadi sewaktu-waktu sebelum interval
perawatan menyebabkan adanya kegiatan overhaul dan replacement atau
corrective maintenance yang menimbulkan adanya downtime dan kemacetan atau
berhentinya proses produksi serta biaya perawatan yang semakin besar sehingga
menimbulkan kerugian yang cukup berarti bagi perusahaan. Obyek penelitian ini
adalah pada Mesin 306 yaitu mesin yang digunakan untuk memproduksi Paving.
Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance
II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA dan RCM II
Decision Worksheet. Metode Reliability Centered Maintenance II ini digunakan
untuk menentukan kegiatan dan interval perawatan berdasarkan pada RCM II
Decision Worksheet sesuai dengan fungsi dan sistem dari mesin SB 306 dan
FMEA digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan serta efek yang
ditimbulkan dari kegagalan tersebut.
Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 14 komponen pada Mesin SB 306
didapatkan 4 komponen kritis dan komponen kritis yang memiliki kegagalan
potensial diantaranya Mixer, Conveyor, Vibro,dan Kompresor. Dengan interval
perawatan komponen Vanbelt E73 273,25 jam, Bearing KY508 149,46 Jam, Baut
mur 353.98 jam, VanbeltA64 320,894 jam, Karet mounting 297,93 jam, Oil rored
445,2 jam, Fluid cooler 311,22jam, Ball valve 318,10 jam dan biaya perawatan
berdasarkan RCM II sebesar Vanbelt E73 Rp10.228,19/jam, Bearing KY508
Rp 6.273,06/jam, Bautmur Rp 9.227,47/jam, Vanbelt A64 Rp 9.388,95/jam,
Karet mounting Rp9.151,87/jam, Oilrored Rp8.490,63/jam, Fluid cooler
Rp 10.480,73/jam, Ball valve Rp 8.812,43/jam.
Kata Kunci : overhaul, replacement, corrective maintenance, kualitatif, RCM II
Decision Worksheet, FMEA, Biaya perawatan minimum.