Abstract :
Adanya persaingan antar produk yang semakin ketat dewasa ini menuntut setiap
perusahaan memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Agar dapat bertahan dalam
kompetisi yang sangat ketat maka perusahaan dituntut untuk bisa mengerti keinginan dari
konsumennya (voice of customer) dan menjamin kualitas produk dan jasa yang akan
dikonsumsi.
CV. TIGA PUTRA adalah perusahaan yang bergerak dibidang furniture kayu
khususnya Meja, Almari, Daun Pintu, dan lain sebagainya. Terletak di Jl.Cakalang I/235
B Blimbing Malang. Sebagai suatu perusahaan kayu yang bergerak dibidang furniture,
yang bahan bakunya berupa kayu untuk dijadikan berbagai macam bentuk furniture.
Aktifitas proses pembuatan produk disesuaikan setiap pemesanan pelanggan/costumer
(job order). Dari beberapa produk yang dihasilkan CV. TIGA PUTRA untuk produk
lemari dengan berbagai model merupakan design favorit sehingga jumlah ordernya
adalah yang terbanyak untuk tiap bulannya bila dibandingkan dengan design yang lain.
Untuk mengurangi jumlah cacat produk diatas, maka perlu dilakukan suatu
evaluasi kontrol kualitas produk untuk mengetahui apakah proses yang sedang berjalan
saat ini telah sesuai dengan metode kerja yang benar atau tidak. Selanjutnya dapat
dilakukan identifikasi faktor-faktor kritis yang berpengaruh terhadap kualitas produk.
Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu perbaikan proses yaitu dengan implementasi Six
Sigma dengan tujuan untuk mencapai zero defect (cacat 0%).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di CV. Tiga Putra dengan produk
lemari, akhirnya dapat ditarik kesimpulan yaitu untuk tingkat defect produk yang paling
banyak terjadi pada produk lemari adalah beret amplas dengan nilai RPN 910. Setelah
dilakukan pendekatan DMAIC, dapat diketahui selama bulan maret sampai agustus 2010
yaitu nilai rata-rata DPMO sebesar 3722 dengan nilai rata-rata sigma sebesar 4,240 ?.
Kata kunci: kualitas, DMAIC, six sigma, beret amplas, DPMO, RPN, zero defect.