Abstract :
Pasar modal merupakan pertemuan pihak yang memerlukan dana (borrower)
dengan pihak yang bisa menyediakan dana atau yang mempunyai kelebihan dana
(lender). Keputusan investasi jika diambil adalah go public dengan menjual sebagian
saham perusahaan berarti perusahaan tersebut harus memiliki reputasi, performance
atau prestasi yang baik sehingga saham yang diterbitkan laku terjual dan perusahaan
bisa memperoleh dana yang tidak terikat dengan bunga daripada harus meminjam,
konsekuensinya yaitu perusahaan harus membagi kepemilikan sahamnya kepada
pihak ekstern, dalam hal ini masyarakat. Bagi seorang investor, ada dua kemungkinan
yang diharapkan dari dana yang ditanamkannya dalam bentuk saham. Yang pertama
adalah capital gain, yaitu selisih keuntungan harga jual yang terjadi akibat perbedaan
harga saham pada saat membeli dengan saat menjual dan yang kedua adalah dividen,
yaitu hasil pembagian dari laba perusahaan yang sahamnya dimiliki. Jumlah dividen
yang diterima pemegang saham (stock holder) sangat bergantung pada keuntungan
dan kebijakan dividen perusahaan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa
data laporan keuangan perusahaan manufaktur yang Go public di Bursa Efek
Indonesia tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 dengan cara mendownload dari situs
resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id. Teknik penarikan sampel menggunakan
purposive sampling. Teknik analisis menggunakan linear berganda.
Berdasarkan hasil uji F dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel
Return on investment (ROI), Earning Per Share (EPS), Current Ratio, dan Debt to
Total Asset (DTA) berpengaruh signifikan terhadap Cash Dividend pada perusahaan
manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia.
Sedangkan pada uji t secara parsial variabel Return on investment (ROI), dan
Debt to Total Asset (DTA) berpengaruh signifikan terhadap Cash Dividend. Earning
Per Share (EPS), dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Cash
Dividend pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Indonesia.