Abstract :
Suatu perusahaan banyak dihadapkan pada masalah yang berhubungan dengan sistem
distribusi. Masalah yang timbul karena konsumen berada pada lokasi yang terpisah secara geografis,
hal ini mengakibatkan pentingnya untuk menyimpan persediaan pada beberapa lokasi sehingga dapat
menimbulkan masalah pada manajemen dalam mengkoordinasikan sistem distribusi dari bagian
pemasaran, juga pada bagian produksi yang akan menghasilkan produk terbaik. Untuk itu diperlukan
adanya sistem distribusi yang baik serta persediaan produk yang tepat agar tingkat kepuasan
konsumen maupun keuntungan perusahaan dapat terjaga.
UD. Azam Jaya adalah perusahaan sandal, perusahaan ini memproduksi produk Sandal di
antaranya yaitu GN, SL, SW, dan JP. UD. Azam Jaya tampaknya belum memiliki satu aktivitas
distribusi yang baik. Aktivitas distribusi yang dijalankan oleh perusahaan kurang efektif dan memiliki
beberapa kelemahan. Diantaranya sering terjadi kelebihan atau kekurangan terhadap permintaan
produk dan keterlambatan pengiriman produk. Hal ini karena pihak perusahaan belum dapat
memperkirakan kapan permintaan yang akan datang dan berapa jumlah yang akan dipesan.Sehingga
pihak perusahaan mengalami kekurangan persediaan produk
Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Distribution
Requirement Planning (DRP) dengan harapan dapat dilakukan pendistribusian produk dari pabrik ke
kota distribusi secara optimal. Distribution Requirement Planning adalah suatu metode untuk
menangani pengadaan persediaan dalam suatu jaringan distribusi eselon. Tujuan dari Distribution
Requirement Planning (DRP), yaitu melakukan aktivitas distribusi yang baik, sehingga keberhasilan
dalam pemenuhan permintaan pelanggan akan menjadi lebih optimal, kinerja penjualan meningkat
dalam memenuhi order dengan tepat waktu dan tepat jumlah sehingga biaya distribusi dapat ditekan
seminimun mungkin.
Hasil untuk perbandingan biaya distribusi dengan menggunakan metode perusahaan sebesar
Rp. 82.458.000.- dan untuk metode DRP sebesar Rp.77.949.600.- , dengan penghematan sebesar
5,4%. Hasil penelitian didapatkan aktivitas distribusi produk adalah sebagai berikut, Produk GN:
Pengiriman ke warehouse Sepanjang sebanyak 1461 pasang, warehouse Semarang sebanyak 2187
pasang, warehouse Jakarta sebanyak 2428 pasang. Produk SL: Pengiriman ke warehouse Sepanjang
sebanyak 1612 pasang, warehouse Semarang sebanyak 2709 pasang, warehouse Jakarta sebanyak
2620 pasang. Produk SW: Pengiriman ke warehouse Sepanjang sebanyak 1827 pasang, warehouse
Semarang sebanyak 2709 pasang, warehouse Jakarta sebanyak 2990 pasang. Produk JP: Pengiriman
ke warehouse Sepanjang sebanyak 1594 pasang, warehouse Semarang sebanyak 2433 pasang,
warehouse Jakarta sebanyak 2681 pasang.
Kata kunci : Distribusi, Distribution Requirement Planning (DRP).