Abstract :
CV Bina Teknik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri
cold storage dan memproduksi polly urethane slap sebagai kemasan mesin
pendingin, dimana sebagian besar produksinya menggunakan mesin secara
otomatis. Permasalahan yang dihadapi adalah kerusakan yang terjadi sewaktuwaktu
sebelum interval perawatan menyebabkan adanya kegiatan overhaul dan
replacement atau corrective maintenance yang menimbulkan adanya downtime
dan kemacetan atau berhentinya proses produksi. Oleh karena itu perlu perlu
didukung dengan aktivitas perawatan mesin-mesin produksi yang teratur dan
terencana.
Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance
untuk menentukan kegiatan dan interval perawatan berdasarkan pada RCM
Decision Worksheet sesuai dengan fungsi dan sistem dari mesin Insulation
Moulding dan FMEA digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan
serta efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut.
Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 10 sub mesin pada Mesin Insulation
Moulding didapatkan 8 komponen kritis dan komponen kritis yang memiliki
kegagalan potensial diantaranya; Propeller dengan Scheduled Discard Task dan
interval perawatan selama 513,42 jam, Pipa kapiler dengan Scheduled Restoration
Task dan interval perawatan selama 239,83 jam; Metal sheet dengan Scheduled
Discard Task dan interval perawatan selama 211,94 jam, dan Gearshift dengan
Scheduled Restoration Task dan interval perawatan selama 121,17 jam; Dynamo
dengan Scheduled Discard Task dan interval perawatan selama 136,92 jam, dan
Coil dengan Scheduled Discard Task dan interval perawatan selama 201,67 jam;
Gear wheel dengan Scheduled Restoration Task dan interval perawatan selama
67,50 jam, dan Chain dengan Scheduled Discard Task dan interval perawatan
selama 94,23 jam dan selisih jumlah biaya perawatan sekarang (TC) dengan biaya
perawatan awal (TC Real) sebesar 26.50%.
Kata Kunci : overhaul, replacement, corrective maintenance, kualitatif, RCM
Decision Worksheet, FMEA, effisiensi.